- Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung menyiapkan tandon air di TPA Bakung untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau.
- Pemerintah memperketat pengawasan aktivitas pemulung dengan melarang merokok dan pembakaran sampah guna mencegah munculnya titik api baru.
- Langkah preventif ini diambil sebagai evaluasi pasca insiden kebakaran hebat pada Desember 2024 agar operasional TPA tetap aman.
SuaraLampung.id - Di balik aroma menyengat dan kesibukan alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Bakung, Bandar Lampung, tersimpan ancaman tersembunyi yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi petakan bernama api.
Belajar dari pengalaman pahit Desember 2024 lalu, saat api mengamuk dan baru bisa dijinakkan setelah lebih dari 24 jam, Pemerintah Kota Bandar Lampung kini tidak ingin kecolongan lagi.
Menghadapi musim kemarau yang mulai membayangi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat membangun benteng pertahanan di tengah kepungan 800 ton sampah harian.
Strategi utama tahun ini adalah memutus rantai api sejak dini. Sejumlah tandon air raksasa kini telah disiagakan di titik-titik strategis TPA Bakung.
Bukan sekadar pelengkap, tandon-tandon ini adalah sumber air utama untuk penanganan awal sebelum api sempat meluas dan menjadi tak terkendali.
"Mitigasi di TPA Bakung terus kami tingkatkan. Kami siagakan tandon air di beberapa titik sebagai langkah antisipasi cepat apabila muncul titik api," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, Rabu (8/7/2026).
Dengan volume sampah yang terus menggunung, TPA Bakung ibarat raksasa yang rentan. Sedikit saja percikan api bertemu dengan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah, bencana besar siap meledak.
Namun, teknologi dan ketersediaan air saja tidak cukup. Musuh terbesar dalam mitigasi kebakaran seringkali adalah kelalaian manusia. Oleh karena itu, DLH kini lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas para pemulung di area tersebut.
Sosialisasi intensif dilakukan setiap hari. Pesannya sederhana namun krusial: Dilarang keras merokok dan dilarang membakar sampah sekecil apa pun di kawasan TPA.
Baca Juga: 3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi
"Pencegahan adalah langkah paling efektif. Kami terus mengingatkan kawan-kawan pemulung agar tidak merokok di lokasi. Satu puntung rokok bisa menjadi awal dari kebakaran besar," tegas Budi.
Upaya ekstra ketat ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari insiden hebat akhir tahun lalu. Kala itu, asap tebal menyelimuti pemukiman dan operasional pembuangan sampah lumpuh total.
Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran kini juga telah dipetakan lebih matang untuk memastikan respons cepat jika status berubah menjadi darurat.
Kini, dengan pemetaan area yang lebih detail dan kesiagaan infrastruktur, Pemkot Bandarlampung berharap TPA Bakung tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
"Kami berharap langkah-langkah ini efektif dan dipatuhi semua pihak. Kita ingin memastikan TPA tetap beroperasi aman tanpa dampak buruk bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar," pungkas Budi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi
-
Skenario Dibegal Berujung Bui: Suami di Bandar Lampung Jual Motor Diam-diam demi Bayar Utang
-
Pemkot Bandar Lampung Terjunkan Tim Audit, Wajib Pajak Bandel Langsung ke Jaksa
-
Fasilitas Mewah Harga Kaki Lima! KA Rajabasa Kini Pakai Kursi Premium, Tarif Tetap Rp32 Ribu
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Pasar Shopping Metro Mau Dibongkar, Nunik Pasang Badan Minta Nasib UMKM Diselamatkan
-
Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni
-
Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah
-
BRI Unggul dalam Brand Finance Indonesia 100 2026, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik