- PT KAI Divre IV Tanjungkarang resmi meluncurkan KA Rajabasa dengan rangkaian Ekonomi Premium mulai Sabtu, 6 Juli 2024.
- Rangkaian baru ini menghadirkan kursi reclining dengan konfigurasi 2-2 demi meningkatkan kenyamanan penumpang rute Tanjungkarang menuju Kertapati.
- Tarif perjalanan tetap sebesar Rp32.000 meskipun fasilitas telah ditingkatkan secara signifikan bagi seluruh penumpang KA Rajabasa.
SuaraLampung.id - Kabar gembira bagi para pelancong lintas Lampung-Sumatera Selatan. Era perjalanan kereta api yang identik dengan kursi tegak dan ruang sempit kini resmi berakhir.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang baru saja meluncurkan wajah baru KA Rajabasa yang jauh lebih mewah, namun tetap ramah di kantong.
Mulai Sabtu (6/7/2024), KA Rajabasa resmi beroperasi menggunakan rangkaian Ekonomi Premium. Perubahan ini bukan sekadar polesan warna, melainkan transformasi total pada sisi kenyamanan penumpang.
"Perubahan paling mencolok ada pada konfigurasi tempat duduk. Jika sebelumnya menggunakan formasi 3-2 yang padat, kini diubah menjadi 2-2," ungkap Eko Dodit Hertanto, Manajer Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Tanjungkarang.
Tak hanya lebih lega, kursi yang digunakan kini adalah jenis reclining seat. Artinya, penumpang bisa mengatur kemiringan sandaran kursi sesuai kenyamanan masing-masing.
Tidak ada lagi drama lutut bersentuhan dengan penumpang di depan atau duduk berhimpitan sepanjang perjalanan Tanjungkarang-Kertapati.
Di tengah tren kenaikan harga berbagai kebutuhan, KAI memberikan kejutan yang sulit dipercaya. Meski fasilitas meningkat drastis ke kelas premium, tarif KA Rajabasa dipastikan tidak naik.
"Tarif tetap, tidak ada kenaikan. Untuk relasi Tanjungkarang-Kertapati, penumpang cukup membayar Rp32.000 saja. Kami ingin masyarakat menikmati layanan berkelas dengan harga yang sangat terjangkau," tegas Eko.
Respons masyarakat pun luar biasa. Pada hari perdana peluncurannya, sebanyak 640 kursi yang disediakan langsung ludes terjual.
Baca Juga: Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
Antrean digital di aplikasi Access by KAI menjadi saksi betapa tingginya kerinduan masyarakat akan transportasi publik yang manusiawi namun murah.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi warga.
"Kapasitas rangkaian sebenarnya bisa mencapai 848 kursi, namun demi menjaga kenyamanan agar penumpang tidak berdesakan, kami sesuaikan menjadi 640 kursi saja," jelasnya.
Mengingat tingginya antusiasme, calon penumpang disarankan untuk melakukan perencanaan perjalanan lebih awal. Tiket KA Rajabasa kini sudah bisa dipesan hingga 45 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
-
Bungkil Sawit Lampung Jadi Primadona Ekspor Baru ke Selandia Baru
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
-
Bungkil Sawit Lampung Jadi Primadona Ekspor Baru ke Selandia Baru
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
-
Akhir Tragis Satwa Langka: Pembantai Tapir Viral Mesuji Diringkus, Kepala Dipukul Pakai Dongkrak