- Seorang bartender berinisial AI mencuri barang berharga milik rekan kerjanya di sebuah restoran di kawasan Sukadanaham, Bandar Lampung.
- Pelaku beraksi pada 22 Juni 2026 dengan memanipulasi kamera pengawas serta menggunakan kunci rahasia untuk membobol kamar istirahat karyawan.
- Tim Reskrim Polsek Tanjung Karang Barat menangkap pelaku pada 2 Juli 2026 beserta barang bukti senilai Rp15 juta.
SuaraLampung.id - Kepercayaan adalah mata uang yang paling mahal dalam dunia kerja, namun bagi AI (26), kepercayaan itu justru menjadi celah untuk melancarkan aksi kriminal.
Seorang pria yang sehari-harinya meracik minuman di balik meja bar sebuah resto di Sukadanaham, Bandar Lampung ini, nekat berganti peran menjadi eksekutor pencurian di tempatnya mencari nafkah.
Bukan sekadar pencurian biasa, AI merancang aksinya dengan cukup rapi, meski akhirnya jejak langkahnya berhasil terendus oleh Tim Reskrim Polsek Tanjung Karang Barat.
Senin, 22 Juni 2026, jarum jam belum beranjak jauh dari tengah malam. Di saat rekan-rekan kerjanya terlelap, AI mendatangi restoran tempatnya bekerja dengan niat jahat. Pagar setinggi dua meter dipanjatnya dengan lincah.
Mengetahui setiap sudut ruangan adalah keuntungan baginya sebagai orang dalam. AI sadar betul posisinya diawasi oleh mata digital (CCTV).
Di sinilah akal bulusnya muncul. Dia menggunakan sebatang bambu sepanjang dua meter untuk menggeser arah kamera pengawas. Dengan satu dorongan bambu, aksinya pun luput dari rekaman.
Setelah merasa aman dari intaian CCTV, AI bergerak menuju kotak termis lampu, tempat rahasia penyimpanan kunci yang biasa diketahui karyawan. Dengan kunci di tangan, ia dengan mudah membobol kamar istirahat rekan-rekannya.
Hasilnya cukup menggiurkan bagi sang bartender. Sebuah tas berisi iPhone 11, OPPO A58, uang tunai sebesar Rp4,38 juta, hingga satu unit mesin EDC (pembayaran nontunai) ia bawa kabur. Total kerugian yang diderita para korban ditaksir mencapai Rp15 juta.
Setelah sempat menghilang dan menjadi buron selama beberapa hari, pelarian AI akhirnya menemui jalan buntu. Polisi yang telah mengantongi identitas dan pola geraknya berhasil menyergap pelaku saat berada di Jalan Terusan Haji Agus Salim pada Selasa (2/7/2026).
Baca Juga: Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
"Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya," ungkap Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo.
Polisi berhasil mengamankan seluruh barang bukti, mulai dari ponsel hingga mesin EDC yang belum sempat ia uangkan sepenuhnya.
Berita Terkait
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
-
Menjual Pesona Masa Lalu: Misi Besar Bandar Lampung Ubah Bangunan Bersejarah Jadi Magnet Rupiah
-
Bukan Sekadar Bangunan Tua, Rumah Daswati Diusulkan Jadi Cagar Budaya: Begini Nasibnya Sekarang
-
ART di Pringsewu Kuras Emas dan ATM Majikan Rp46 Juta
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Fasilitas Mewah Harga Kaki Lima! KA Rajabasa Kini Pakai Kursi Premium, Tarif Tetap Rp32 Ribu
-
Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
-
Bungkil Sawit Lampung Jadi Primadona Ekspor Baru ke Selandia Baru
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri