- Andi Rustam menembak mati kerabatnya, Pendi, pada 2 Juli 2026 di Desa Negeri Agung, Lampung Timur.
- Peristiwa bermula saat Andi marah karena Pendi tidak menyebarkan undangan khitanan akibat kondisi buta aksara.
- Pelaku menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Timur satu jam setelah kejadian dan kini sedang menjalani pemeriksaan.
SuaraLampung.id - Sebuah hajatan khitanan yang seharusnya menjadi momen sukacita bagi Andi Rustam pada 7 Juli mendatang, berubah menjadi tragedi yang kelam.
Alih-alih merayakan pesta, Andi kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah peluru dari senjata apinya merenggut nyawa kerabatnya sendiri, Pendi (35).
Peristiwa penembakan terjadi pada Kamis (2/7/2026) pukul 12.30 WIB di Dusun 1, Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.
Ketegangan memuncak di kediaman Pendi. Andi Rustam datang menanyakan undangan yang ia titipkan sudah disebarkan atau belum.
Pendi menjawab apa adanya. Ia menjelaskan bahwa tumpukan kertas undangan itu telah ia serahkan kembali kepada rekan yang lain untuk bantu disebarkan. Alasannya karena ia buta aksara.
Jawaban jujur Pendi justru menjadi pemantik amarah Andi. Rasa tersinggung yang tak beralasan menyulut api emosi Andi hingga ia gelap mata. Makian kasar meluncur, namun tak cukup memuaskan amarahnya.
Di bawah terik matahari siang bolong, Andi mencabut senjata api yang terselip di balik pakaiannya. Tanpa ragu, moncong senjata diarahkan ke kepala Pendi.
Satu letusan keras merobek kesunyian desa. Pendi roboh seketika, bersimbah darah di hadapan rumahnya sendiri. Ia mengembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapatkan pertolongan.
Hanya butuh waktu satu jam bagi Andi Rustam untuk menyadari kegilaannya. Pukul 13.30 WIB, ia melangkah masuk ke Mapolres Lampung Timur untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: Jasad ABK KM Arof Ditemukan di Pantai Way Kambas, Nahkoda Masih dalam Dekapan Laut
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, mengonfirmasi bahwa tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi tidak hanya mendalami motif emosi pelaku, tetapi juga menelusuri asal-usul senjata api ilegal yang ia gunakan.
Berita Terkait
-
Jasad ABK KM Arof Ditemukan di Pantai Way Kambas, Nahkoda Masih dalam Dekapan Laut
-
KM Arof Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Kuala Penet, 2 ABK Hilang
-
Pagi Mencekam di Way Jambu: Buruh Tenda Diberondong 5 Tembakan, Pelaku Diringkus dalam 4 Jam
-
Jerit Histeris Istri Tersangka Curanmor Lampung Timur: Suami Saya Tidak Melawan Kenapa Ditembak Mati
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
-
Misteri di Balik Gerbang Kafe Bunga Way Laga: Sudarto Ditemukan Mati dalam Kesunyian