- Provinsi Lampung mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 251,32 juta dolar AS pada Mei 2026 melalui sektor nonmigas.
- Ekspor utama dikirim ke Amerika Serikat, Tiongkok, dan Belanda, sementara impor didominasi oleh peralatan infrastruktur transportasi kereta api.
- Total surplus kumulatif perdagangan Lampung periode Januari hingga Mei 2026 mencapai nilai fantastis sebesar 1,64 miliar dolar AS.
SuaraLampung.id - Performa perdagangan luar negeri Provinsi Lampung kembali mencatatkan rapor hijau. Di tengah fluktuasi ekonomi global, Bumi Ruwa Jurai sukses membukukan surplus neraca perdagangan yang mengesankan sebesar 251,32 juta dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang Mei 2026.
Capaian gemilang ini didorong oleh kuatnya performa ekspor yang menembus angka 477,52 juta dolar AS, jauh melampaui nilai impor yang berada di angka 226,21 juta dolar AS.
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M Sabiel Adi Prakasa, mengungkapkan bahwa sektor nonmigas menjadi andalan utama di balik angka surplus tersebut.
"Neraca perdagangan nonmigas kita menyumbang surplus sebesar 251,35 juta dolar AS. Sementara itu, sektor migas mengalami defisit tipis sebesar 0,03 juta dolar AS," ujar Sabiel, Rabu (1/7/2026).
Menelisik lebih dalam, ada tren menarik dalam komoditas yang diperdagangkan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, golongan bahan kimia organik menjadi primadona ekspor dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 170,46 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun, kejutan terbesar justru datang dari sisi impor. Lampung mencatat lonjakan impor yang sangat fantastis pada golongan kereta api, trem, dan bagiannya, yang meroket hingga 58.018 persen.
Angka ini mencerminkan adanya investasi besar atau pembangunan infrastruktur transportasi yang tengah berlangsung di Lampung.
Dominasi produk Lampung di pasar internasional kian tak terbantahkan. Tiga negara adidaya masih menjadi tujuan utama ekspor sepanjang tahun 2026, yakni Amerika Serikat (344,26 juta dolar AS), Tiongkok (304,23 juta dolar AS), dan Belanda (224,7 juta dolar AS).
Sementara dari sisi pasokan, Jerman tampil sebagai mitra impor terbesar dengan nilai 156,09 juta dolar AS, disusul oleh Amerika Serikat dan Australia.
Baca Juga: Pemprov Lampung Tangkap Peluang Jalur Emas Kuliah Sambil Kerja di Negeri Ginseng
Secara kumulatif, sejak Januari hingga Mei 2026, Lampung telah mengantongi total surplus sebesar 1,64 miliar dolar AS.
Meski nilai ekspor Mei 2026 sempat mengalami koreksi 15,53 persen jika dibandingkan Mei 2025, namun secara keseluruhan, neraca perdagangan Lampung masih berada dalam posisi yang sangat solid. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pemprov Lampung Tangkap Peluang Jalur Emas Kuliah Sambil Kerja di Negeri Ginseng
-
Sinyal Positif Pariwisata Lampung: Lebih dari 113 Ribu Tamu Serbu Hotel Sepanjang Mei
-
Eksponen 98 Lampung Tegaskan Reformasi Belum Selesai, Siap Kawal Program Strategis Presiden Prabowo
-
Emas dan Bensin Cekik Dompet Warga, Inflasi Lampung Juni 2026 Meroket ke Angka 2,46 Persen
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI