Wakos Reza Gautama
Rabu, 01 Juli 2026 | 16:41 WIB
Ilustrasi Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU. BPS Lampung mencatat inflasi tahunan wilayah tersebut mencapai 2,46 persen pada Juni 2026 dengan kenaikan harga komoditas emas. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • BPS Lampung mencatat inflasi tahunan wilayah tersebut mencapai 2,46 persen pada Juni 2026 dengan kenaikan harga komoditas emas.
  • Harga bahan pangan serta sektor transportasi mengalami lonjakan signifikan yang berdampak pada tekanan ekonomi bagi rumah tangga masyarakat.
  • Kabupaten Mesuji mencatat tingkat inflasi tertinggi sebesar 3,25 persen, sementara sektor pendidikan justru mengalami deflasi cukup tajam.

SuaraLampung.id - Bagi warga Lampung yang berencana menambah koleksi perhiasan atau sering bepergian, Juni 2026 memberikan tantangan tersendiri bagi isi dompet.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, inflasi tahunan di Bumi Ruwa Jurai menyentuh angka 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang kini bertengger di level 112,45.

Siapa sangka, kilau emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi paling dominan di bulan ini. BPS mencatat emas memberikan andil sebesar 0,43 persen terhadap kenaikan harga tahunan. Disusul kemudian oleh sektor transportasi yang dipicu kenaikan harga bensin dengan sumbangsih 0,23 persen.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi mencapai 9,91 persen. Disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,19 persen,” jelas Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel Adi Prakasa, dalam rilis daringnya, Rabu (1/7/2026).

Harga minyak goreng, daging ayam ras, hingga bawang merah kompak merangkak naik, memberikan andil signifikan terhadap tekanan ekonomi di tingkat rumah tangga.

Meski sebagian besar harga kebutuhan pokok melonjak, ada oase di tengah gurun inflasi. Kelompok pendidikan justru mencatatkan penurunan indeks atau deflasi yang sangat tajam, yakni sebesar 17,93 persen.

Selain itu, sektor rekreasi, olahraga, dan budaya juga mengalami penurunan tipis 1,21 persen, memberikan sedikit ruang napas bagi warga yang membutuhkan hiburan murah.

Melihat peta wilayah, Kabupaten Mesuji menjadi daerah dengan tekanan ekonomi paling berat. Wilayah ini mencatatkan inflasi tertinggi di Lampung mencapai 3,25 persen.

Sementara itu, Kota Bandar Lampung terhitung lebih stabil dengan tingkat inflasi terendah, yakni 2,08 persen.

Baca Juga: Mulai 14 Juli 2026, Sekolah Rakyat Lampung Buka Jalan Bagi 413 Anak Kurang Mampu

Secara bulanan (month-to-month), Lampung mengalami kenaikan harga sebesar 0,55 persen di bulan Juni. Lagi-lagi, bensin dan bumbu dapur seperti bawang merah, tomat, dan bawang putih menjadi aktor utama di balik kenaikan tersebut. (ANTARA)

Load More