- Pertamina Patra Niaga membantah tudingan pungli di SPBU COCO KM 163A Lampung melalui hasil pemeriksaan rekaman CCTV.
- Pengemudi truk tambang melakukan intimidasi setelah petugas menolak mengisi BBM subsidi sesuai aturan Perpres Nomor 191 Tahun 2014.
- Petugas memberikan BBM dalam jumlah terbatas agar truk segera bergeser dan tidak mengganggu kelancaran operasional di SPBU.
SuaraLampung.id - Jagat maya sempat dibuat riuh oleh sebuah unggahan yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) di SPBU COCO 21.341.20, Rest Area Tol Trans Sumatera KM 163A, Lampung.
Namun pemeriksaan mendalam justru mengungkap cerita yang bertolak belakang. Bukan pungli yang ditemukan, melainkan sebuah drama intimidasi di tengah teriknya jalur logistik Sumatera.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bergerak cepat merespons kabar miring tersebut. Mereka membedah rekaman CCTV dan menginterogasi petugas saat kejadian berlangsung.
Drama ini bermula ketika sebuah dump truck bermuatan material tambang merapat ke pompa Biosolar. Sesuai aturan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, kendaraan jenis ini adalah haram hukumnya menenggak BBM subsidi.
"Petugas kami sudah menjalankan prosedur. Kendaraan tersebut memang tidak berhak menerima Biosolar subsidi," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto.
Namun, penolakan tersebut justru memicu babak baru. Alih-alih putar balik, si pengemudi justru mencoba melakukan diplomasi bawah meja dengan menawarkan sejumlah uang agar tankinya tetap diisi. Hasilnya? Petugas SPBU dan keamanan tetap bergeming. Rayuan maut itu mental.
Situasi mulai memanas ketika rayuan berubah menjadi tekanan. Berdasarkan rekaman CCTV, pengemudi yang tak puas itu mulai melakukan intimidasi.
Ia menolak meninggalkan area pengisian, sebuah tindakan yang jelas-jelas mengganggu urat nadi operasional SPBU dan kenyamanan pengendara lain.
Demi mengurai simpul kemacetan dan mempertimbangkan kondisi BBM truk yang hampir tandas, petugas akhirnya mengambil langkah darurat. Sejumlah kecil BBM diberikan, hanya cukup agar truk bisa bergeser dan tidak lagi menyumbat pelayanan.
Baca Juga: Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang
Tudingan yang menyebut adanya uang pelicin sebesar Rp100.000 untuk pengisian senilai Rp1.000.000 pun dipatahkan oleh data digital.
"Hasil pemeriksaan kami membuktikan tidak ada praktik pungli. Informasi soal permintaan uang tambahan itu tidak benar," tegas Rusminto.
Fakta di lapangan mencatat transaksi yang terjadi sebenarnya adalah Rp540.396. Pengemudi membayar dengan uang tunai Rp600.000, dan operator memberikan kembalian tepat Rp60.000. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang
-
5 Fakta Kecelakaan Mobil Pemudik Asal Jakarta di Tol Lampung, Satu Penumpang Meninggal
-
Tarif Tol Lampung Terbaru 2026 Lengkap Semua Gerbang Bakauheni-Terbanggi Besar
-
Mahasiswa Dikeroyok Usai Pergoki Dugaan Pengecoran BBM di SPBU Terbanggi Besar
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Inflasi Lampung Terendah se-Sumatera, Gubernur: Jaga Harga Saja Tak Cukup
-
Menabung Jadi Makin Seru, BRI Junio Hadirkan Kartu Debit Edisi Mobile Legends
-
Gagal Gantung Diri karena Tali Putus Usai Habisi Penagih Utang, Pria di Lambar Menyerahkan Diri
-
Horor Asap Kebakaran Tebu di Tulang Bawang: 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun, 2 Tewas Terjepit
-
Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap