- Jenazah Suarna, ABK KM Arof yang hilang, ditemukan nelayan di Pantai Way Kambas pada Rabu, 17 Juni 2026.
- Tim SAR gabungan telah mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Labuhan Maringgai setelah melakukan pencarian selama empat hari terakhir.
- Operasi pencarian masih berlanjut pada Kamis pagi untuk menemukan Tarno, nahkoda KM Arof yang belum ditemukan keberadaannya.
SuaraLampung.id - Setelah empat hari dalam ketidakpastian, penantian keluarga Suarna (45) berakhir di bibir Pantai Way Kambas, Lampung Timur. Namun, akhir dari penantian itu bukanlah pelukan hangat, melainkan isak tangis di depan raga yang sudah tak bernyawa.
Rabu (17/6/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, seorang nelayan lokal menemukan sosok tubuh terdampar di pasir pantai Way Kambas.
Lokasinya berada di koordinat 4°58'25.38" LS dan 105°55'40.98" BT, sekitar lima mil laut dari titik di mana Kapal Motor (KM) Arof pertama kali dilaporkan karam.
Identitas itu terkonfirmasi. Dia adalah Suarna, Anak Buah Kapal (ABK) asal Cirebon, Jawa Barat, yang hilang sejak kecelakaan tragis di Muara Kuala Penet pada Minggu lalu.
"Begitu menerima laporan warga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat untuk verifikasi. Setelah dipastikan, jenazah korban kami evakuasi ke Puskesmas Labuhan Maringgai," ujar Rezie Kuswara, Komandan Pos SAR Bakauheni, Rabu (17/6/2026).
Pencarian hari keempat ini bukanlah misi yang mudah. Sejak fajar menyingsing, tim yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, hingga relawan nelayan telah membagi kekuatan menjadi dua unit.
Menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 dan perahu-perahu nelayan, mereka menyisir luasnya samudera hingga radius 50 mil laut.
Namun, alam seolah tak memberi restu dengan mudah. Pada siang hari, cuaca berubah garang. Angin kencang menerjang, memicu gelombang tinggi yang memaksa Tim SAR menghentikan sementara operasi mereka.
Sembari memantau dari Pos Polairud Lampung Timur, para petugas hanya bisa menatap laut yang bergejolak, menunggu amarahnya mereda.
Baca Juga: KM Arof Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Kuala Penet, 2 ABK Hilang
Hingga matahari terbenam di ufuk barat, pencarian menyisakan satu teka-teki besar mengenai keberadaan Tarno.
Pria berusia 50 tahun yang menjabat sebagai nahkoda KM Arof itu masih belum ditemukan.
Meski koordinasi telah diperluas hingga ke Vessel Traffic Service (VTS) Panjang dan Merak, laut seolah masih enggan melepaskan sang kapten yang juga berasal dari Cirebon tersebut.
"Pencarian terhadap korban yang masih hilang akan kembali dilanjutkan pada Kamis pagi mulai pukul 07.00 WIB. Kami semua berharap ada titik terang agar korban segera ditemukan," tutup Rezie.
Tag
Berita Terkait
-
KM Arof Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Kuala Penet, 2 ABK Hilang
-
Asa dari Pesisir: Lampung Kejar Target 34 Kampung Nelayan Merah Putih
-
24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter
-
Penantian 4 Hari Berakhir Duka: Tubuh Kecil Kenji Ditemukan 1,5 KM dari Arus Way Pisang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan
-
Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus