- Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan 34 titik lokasi Kampung Nelayan Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir setempat.
- Pembangunan infrastruktur berupa pabrik es dan ruang pendingin bertujuan menjaga kualitas hasil tangkapan agar harga jual tetap kompetitif.
- Saat ini empat lokasi telah terealisasi dan pemerintah sedang memperjuangkan persetujuan pusat untuk 30 titik usulan tersisa lainnya.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan 34 titik lokasi untuk dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung sektor perikanan di gerbang Pulau Sumatera tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, menjelaskan bahwa KNMP akan dilengkapi dengan infrastruktur vital berupa pabrik es dan ruang pendingin (cold storage).
"Kami ingin hasil tangkap nelayan terkelola dengan baik di desa sendiri. Dengan adanya cold storage dan pabrik es, ikan-ikan segar bisa segera dibekukan, kualitas terjaga, dan harga jual pun tetap bersaing," ujar Bani pada Kamis (11/6/2026).
Selama ini, nelayan seringkali terpaksa menjual hasil tangkap dengan harga murah karena keterbatasan alat pengawet. Kehadiran KNMP diharapkan mampu memutus rantai kerugian tersebut.
Hingga saat ini, denyut pembangunan KNMP baru terasa di empat titik. Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan masing-masing telah mengantongi dua titik yang kini sudah terealisasi.
Namun, perjuangan belum usai. Masih ada "utang" 30 titik lagi yang tengah diperjuangkan agar segera disetujui pemerintah pusat.
"Target kita tahun ini adalah mendorong pusat untuk segera merealisasikan 30 titik usulan lainnya," tambah Bani.
Tentu saja, membangun perkampungan modern tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemerintah menetapkan syarat ketat, terutama terkait kepemilikan lahan.
Lokasi yang diusulkan wajib memiliki luas antara 1.000 meter persegi hingga 1 hektare dengan status tanah yang clear atau tidak bersengketa.
Baca Juga: Ribuan Jemaah Haji Lampung Tiba, 11 Nama Abadi di Tanah Suci
Tim survei akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap jengkal tanah yang diusulkan benar-benar siap dibangun. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ribuan Jemaah Haji Lampung Tiba, 11 Nama Abadi di Tanah Suci
-
Jeratan Telegram Mahasiswa di Bandar Lampung: Rayu Gadis 16 Tahun dengan Iming-iming Makeup
-
Jejak HP Ungkap Sindikat Pencurian Sekolah di Lampung Utara: Polisi Buru Eksekutor Utama
-
Gara-gara Jagung Bakar, Klinik Bidan di Bandar Lampung Nyaris Ludes Dilalap Api
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot