- Pencurian terjadi di SDN Banjar Ketapang, Lampung Utara, pada 11 Desember 2025 dengan kerugian mencapai Rp4,5 juta.
- Polres Lampung Utara menangkap tiga penadah barang curian berinisial M, AS, dan Z setelah melacak ponsel curian.
- Polisi masih memburu pelaku utama berinisial R yang melarikan diri setelah merusak jendela serta menggasak barang sekolah.
SuaraLampung.id - Pencurian terjadi di SDN Banjar Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, pada 11 Desember 2025 sekitar pukul 03.00 WIB.
Di tengah kegelapan, sesosok bayangan merayap, merusak jendela, dan menyelinap masuk ke ruang kelas. Itulah awal mula dari drama pencurian yang kini mulai terkuak satu per satu oleh jajaran kepolisian.
Setelah berbulan-bulan melakukan penyelidikan intensif, Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara akhirnya memecah kebuntuan.
Sebuah ponsel berwarna biru langit menjadi kunci pembuka tabir gelap jaringan kriminal yang menyasar institusi pendidikan ini.
Aksi pembobolan tersebut tergolong nekat. Pelaku tak hanya mengincar barang elektronik bernilai tinggi seperti tiga unit handphone merek Realme, Oppo, dan Vivo, tetapi juga menggasak uang tunai hingga perlengkapan pertukangan seperti baut, lem, dan gunting.
"Pelaku masuk dengan merusak jendela sekolah dan melarikan diri melalui jalan yang sama," ungkap Kasi Humas Polres Lampung Utara, Iptu Herawati, Rabu (10/6/2026). Akibat aksi tangan panjang ini, kerugian ditaksir mencapai Rp4,5 juta.
Pengejaran panjang polisi akhirnya membuahkan hasil saat petugas mengendus keberadaan salah satu ponsel curian, Realme Note 50 warna biru langit, di tangan seorang pria berinisial M (54) di Lampung Tengah. Penangkapan M menjadi efek domino yang meruntuhkan sirkuit penadahan ini.
Dari kicauan M, polisi bergerak cepat menangkap AS (36), yang kemudian menyeret nama Z (36). Ketiganya kini resmi berbaju tahanan, diduga kuat sebagai penadah barang hasil kejahatan sebagaimana diatur dalam pasal hukum yang berlaku.
"Ketiga terduga pelaku penadahan berikut barang bukti sudah kami amankan di Polsek Sungkai Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut," tegas Herawati.
Baca Juga: Maling Receh Berujung Jeruji: MT Jual Sound System Sekolah Seharga Seratus Ribuan
Meski tiga penadah telah diringkus, misi kepolisian belum usai sepenuhnya. Sang pemeran utama, eksekutor yang menyelinap ke sekolah malam itu, pria berinisial R, kini masih dalam pelarian. Identitasnya sudah dikantongi, dan langkahnya kini kian terjepit oleh kepungan Tim Tekab 308.
Kepolisian mengeluarkan peringatan keras bagi sang buron untuk tidak mencoba bermain kucing-kucingan lebih lama lagi.
"Kami mengimbau kepada pelaku utama (R) untuk segera menyerahkan diri. Tim masih terus melakukan pengejaran di lapangan," pungkas Herawati.
Berita Terkait
-
Maling Receh Berujung Jeruji: MT Jual Sound System Sekolah Seharga Seratus Ribuan
-
Pura-pura Beli Rokok, Remaja di Lampung Utara Hantam Kepala Kakek Pemilik Toko Pakai Bata
-
6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
-
Jejak Pelajar dan Pemuda Pembobol Warung di Katibung Berakhir di Jeruji Besi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara
-
Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar! Belanja dan Pesona Budaya di Bandar Lampung Expo 2026
-
Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional