- Joni Iskandar, seorang residivis curanmor, tewas ditembak tim Satreskrim Polresta Bandar Lampung pada Kamis, 4 Juni 2026.
- Polisi menyatakan tindakan tegas diambil karena Joni melawan saat pengembangan kasus, namun istri membantah klaim tersebut.
- Istri korban menuntut kejelasan atas luka fisik mengenaskan pada jenazah suaminya yang dianggap tidak wajar dan janggal.
SuaraLampung.id - Air mata Apriliani (20) tak henti mengalir di pipinya yang sembab. Di hadapan warga dan kerumunan petugas, perempuan muda asal Jabung, Lampung Timur ini meratapi kepulangan suaminya, Joni Iskandar, yang tak lagi bernyawa.
Namun, yang ia tangisi bukan sekadar kepergian sang suami, melainkan kondisi jasad yang menurutnya menyimpan banyak tanya.
Joni Iskandar tewas di tangan tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Kamis (4/6/2026). Bagi kepolisian, Joni adalah residivis licin dan bagian dari komplotan curanmor bersenjata api yang berbahaya.
Namun bagi Apriliani, Joni adalah pria yang ia lihat menyerah tanpa syarat sebelum akhirnya dikembalikan dalam peti mati dengan kondisi mengenaskan.
Narasi kepolisian dan kesaksian sang istri bertolak belakang bak bumi dan langit. Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa Joni terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan sengit saat proses pengembangan kasus.
"Pelaku melawan dengan menyerang anggota polisi. Kami sudah berikan tembakan peringatan, namun tidak digubris. Maka dilakukan tindakan tegas dan terukur," tegas Kompol Gigih. Ia juga menambahkan bahwa Joni diduga kuat berada di bawah pengaruh sabu saat diamankan di rumahnya.
Namun, pengakuan berbeda meluncur dari bibir Apriliani yang gemetar. Dengan suara serak, ia memberikan kesaksian yang mengejutkan tentang detik-detik penangkapan suaminya di rumah mereka.
"Katanya suami saya kabur, melawan. Sedangkan saya lihat sendiri, Pak, saat polisi datang, suami saya langsung duduk menyerahkan diri. Tangannya ditaruh di belakang, langsung diborgol," seru Apriliani dalam sebuah video yang kini viral.
Ketidakpuasan Apriliani memuncak saat melihat kondisi fisik jenazah suaminya. Jika memang tindakan tegas dan terukur biasanya berupa tembakan untuk melumpuhkan, Apriliani mempertanyakan luka-luka lain yang ia temukan pada tubuh Joni.
Baca Juga: Kronologi Pemuda Dibunuh di Saluran Irigasi Lampung Timur, Polisi Ringkus Tersangka Kedua
"Dia dibawa baik-baik, tidak melawan sama sekali. Diambil sehat, pulangnya kayak gitu," isaknya. "Kalau memang mau ditembak mati, kenapa harus patah lehernya? Kenapa hidungnya patah? Kenapa matanya sampai begitu?"
Pihak Polresta Bandar Lampung menegaskan bahwa Joni Iskandar bukanlah pemain baru. Ia adalah DPO (Daftar Pencarian Orang) sekaligus residivis kasus serupa pada tahun 2025. Komplotannya dikenal sadis dan tak segan menggunakan senjata api saat beraksi di wilayah Kota Bandar Lampung.
Meski Joni telah tiada, polisi menyatakan penyelidikan belum berhenti. Jaringan curanmor yang melibatkan Joni masih terus diburu.
Berita Terkait
-
Kronologi Pemuda Dibunuh di Saluran Irigasi Lampung Timur, Polisi Ringkus Tersangka Kedua
-
Gelap Mata karena Cinta: Usai Habisi Nyawa Rival Secara Sadis, Farul Ditembak di Lampung Timur
-
Siasat Komplotan Curanmor Parlente di Bandar Lampung: Sewa Mobil demi Kelabui Satpam Hotel
-
Todong Polisi dengan Senpi Rakitan, Bandit Curanmor Lintas Jakarta-Lampung Tewas
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot