- Seorang karyawan Alfamart di Kotabumi Selatan kehilangan dompet berisi uang senilai Rp600.000 pada Jumat, 17 Juli 2026.
- Polres Lampung Utara mengamankan seorang wanita berinisial H yang terbukti memiliki riwayat gangguan kejiwaan saat melakukan pencurian.
- Polisi memfasilitasi mediasi dan korban sepakat berdamai melalui pendekatan keadilan restoratif karena mempertimbangkan kondisi kesehatan mental pelaku.
SuaraLampung.id - Jumat siang (17/7/2026) di gerai Alfamart Jalan Alamsyah, Kotabumi Selatan, mendadak tegang. Seorang karyawan, Novi Maya Sari (27), terperanjat saat menyadari dompet berisi uang Rp600.000 miliknya raib dari tempatnya. Laporan pun segera meluncur ke Mapolres Lampung Utara.
Tak butuh waktu lama, deru kendaraan petugas dari jajaran Polres Lampung Utara memecah suasana. Dipimpin Ka SPKT Iptu Irwanto dan Pamapta I Ipda Amanda Beriski, personel piket fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, petugas berhasil mengamankan seorang wanita berinisial H (36), warga Sungkai Selatan.
Namun, saat pemeriksaan mendalam dilakukan di kantor polisi, sebuah fakta pilu terungkap. H ternyata diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang membuatnya bertindak di luar kendali sadar.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati, menjelaskan bahwa kasus ini menuntut kebijaksanaan lebih dari sekadar penegakan hukum kaku.
"Kami merespons cepat setiap laporan masyarakat sebagai bentuk pelayanan. Namun, dalam kasus ini, ada faktor kemanusiaan yang harus kita pertimbangkan secara profesional," ujar Herawati.
Menimbang kondisi kejiwaan pelaku, polisi mengambil langkah Restorative Justice atau keadilan restoratif. Petugas memfasilitasi mediasi antara korban dan keluarga pelaku. Di ruang mediasi yang tenang, amarah mereda dan berganti dengan rasa saling memahami.
Novi, sang karyawan Alfamart, menunjukkan kebesaran hatinya. Setelah uang miliknya dikembalikan secara utuh dan memahami kondisi kesehatan mental H, ia sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum.
"Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Korban memaafkan dan memilih jalan damai," tambah Herawati.
Baca Juga: 35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
Kasus ini berakhir tanpa jeruji besi. Bagi Polres Lampung Utara, penyelesaian ini adalah bentuk pelayanan kepolisian yang tetap humanis dalam mengambil keputusan.
"Kami akan terus mengedepankan penyelesaian yang berkeadilan. Hukum memang harus tegak, namun hati nurani tetap menjadi kompas dalam setiap penanganan laporan warga," pungkas Herawati.
Berita Terkait
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Dihadiahi Timah Panas! Dua Pembunuh Wanita di Lampung Utara Ternyata Positif Sabu
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku
-
977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak