- Safitri ditemukan tewas dengan kondisi terikat di rumahnya, Desa Sawojajar, Lampung Utara, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
- Tim gabungan kepolisian berhasil menangkap dua pelaku berinisial SAS dan R di Sungkai Selatan tujuh jam kemudian.
- Pelaku melakukan perampokan dan pembunuhan dipicu motif ekonomi, utang, gaya hidup, serta pengaruh narkotika saat beraksi.
SuaraLampung.id - Keheningan di Dusun I, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, mendadak pecah menjadi jerit histeris pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Safitri (56), seorang wanita, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengerikan di dalam rumahnya sendiri. Tubuhnya telungkup di bawah meja makan, tangan dan kakinya terikat kuat, sementara mulutnya tersumpal handuk.
Namun, pelarian para pelaku tak berlangsung lama. Hanya dalam waktu 7 jam setelah jasad korban ditemukan, Tim Tekab 308 Presisi Satreskrim Polres Lampung Utara bersama Resmob Polda Lampung berhasil mengendus jejak mereka.
Perburuan kilat ini berakhir di wilayah Kecamatan Sungkai Selatan pada Minggu (12/7/2026). Dua pria berinisial SAS (29) dan R (28) tak berkutik saat kepungan polisi menutup ruang gerak mereka.
Namun, bukannya menyerah, kedua pria ini justru mencoba melawan petugas demi menghindari jeruji besi. Alhasil, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. Timah panas bersarang di kaki mereka sebelum akhirnya keduanya dilarikan ke RSUD Ryacudu untuk mendapat perawatan.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras tim gabungan di lapangan. Kami bergerak cepat berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi," ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel.
Di balik aksi sadis tersebut, terungkap motif utama pelaku yakni masalah ekonomi dan gaya hidup kelam. Berdasarkan pemeriksaan, SAS dan R nekat merampok dan menghabisi nyawa korban demi mendapatkan uang untuk membayar utang, bermain judi online, dan membeli narkotika.
Ironisnya, saat digeledah, polisi tidak hanya menemukan motor Honda Beat dan ponsel milik korban, tetapi juga barang bukti narkotika.
Hasil tes urine pun mengonfirmasi bahwa keduanya positif mengonsumsi sabu sebelum atau saat menjalankan aksi kejinya.
Baca Juga: Petani di Lampung Utara Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebangnya
Sebilah golok yang diduga digunakan untuk mengancam korban turut diamankan sebagai saksi bisu peristiwa berdarah tersebut.
Kini, SAS dan R harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan pasal berlapis tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Cemburu Buta, Pemuda Tega Bacok Tukang Ojek yang Dikira Pacar Baru Mantannya di Jati Agung
-
Dihadiahi Timah Panas! Dua Pembunuh Wanita di Lampung Utara Ternyata Positif Sabu
-
Cinta Sejati Hingga Ajal Menjemput: Pasutri Lansia Tewas Berpelukan dalam Kebakaran di Way Panji
-
BRI Perkokoh Sistem Keamanan untuk Menjaga Rekening Nasabah Tetap Terlindungi
-
Gudang Sabu Berkedok Barbershop di Ruko Way Kenanga Tubaba Terbongkar