- Anes Wulandari tewas ditusuk suami sirinya, Heru Purwanto, di Pringsewu pada Jumat malam, 26 Juni 2026.
- Pembunuhan terjadi karena pelaku sakit hati setelah ajakan rujuknya ditolak oleh korban yang menolak kekerasan rumah tangga.
- Pelaku sempat mencoba bunuh diri namun kini ditahan di RSUD Pringsewu setelah ditemukan warga di area kebun.
SuaraLampung.id - Lima tahun membina rumah tangga siri dalam bayang-bayang kekerasan rupanya sudah cukup bagi Anes Wulandari (20). Perempuan muda asal Dusun 5, Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu ini memutuskan pulang ke rumah orang tuanya, memilih mengabdi merawat ayahnya yang sakit ketimbang terus menjadi sasaran amarah sang suami, Heru Purwanto (43).
Namun, keputusan Anes untuk berdaulat atas hidupnya sendiri justru berujung maut. Obsesi gelap Heru untuk memiliki kembali sang istri siri berubah menjadi aksi pembunuhan berencana yang mengguncang ketenangan warga Pagelaran, Pringsewu, pada Jumat malam (26/6/2026).
Tabir gelap motif penusukan ini perlahan tersingkap. Selasa (30/6/2026), polisi mengungkapkan bahwa sakit hati menjadi bahan bakar utama tindakan nekat Heru.
Berkali-kali pria itu memohon rujuk, namun berkali-kali pula Anes dengan tegas menolak. Ia tak ingin kembali ke pelukan pria yang selama lima tahun ini lebih sering menghujamkan pukulan ketimbang kasih sayang.
Malam itu, Heru datang tidak dengan tangan hampa. Sebuah pisau sudah ia selipkan di pinggangnya, sebuah persiapan maut yang membuktikan bahwa pertemuannya dengan Anes malam itu bukan sekadar obrolan biasa.
"Pelaku mengajak korban keluar rumah sejauh 20 meter dengan alasan ingin bicara. Namun, saat ajakan rujuk kembali ditolak, emosi pelaku meledak. Pisau yang dibawa dari rumah langsung dihunjamkan ke perut korban," jelas Kapolsek Pagelaran, Iptu Agus Dharmawan.
Dendam dan cinta yang terdistorsi membuat Heru ingin mengakhiri segalanya secara dramatis. Usai melihat Anes roboh bersimbah darah, Heru menghujamkan pisau yang sama ke perutnya sendiri.
Namun, takdir berkata lain. Teriakan minta tolong Anes di sisa-sisa napasnya memecah keheningan malam, mengundang warga berdatangan. Panik melihat massa, Heru yang sudah terluka parah memilih melarikan diri ke arah kegelapan kebun.
Pelariannya berakhir di semak-semak bekas kolam ikan. Di sana, warga menemukan pria itu tergeletak lemas dengan kondisi perut robek hingga usus terburai akibat ulahnya sendiri.
Baca Juga: ART di Pringsewu Kuras Emas dan ATM Majikan Rp46 Juta
Alih-alih menyusul Anes ke liang lahat, Heru justru harus menghadapi kenyataan pahit di ranjang RSUD Pringsewu dengan penjagaan ketat aparat.
Kepada penyidik, pihak keluarga dan saksi mengonfirmasi sisi gelap pernikahan siri tersebut. Selama lima tahun, Anes ternyata hidup dalam lingkaran kekerasan domestik. Tabiat Heru yang ringan tangan menjadi alasan kuat mengapa Anes lebih memilih hidup sendiri sambil merawat ayahnya.
"Korban memilih berpisah karena sudah tidak tahan dengan tabiat pelaku yang kerap berlaku kasar selama lima tahun membina rumah tangga siri," tambah Iptu Agus.
Berita Terkait
-
ART di Pringsewu Kuras Emas dan ATM Majikan Rp46 Juta
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Takut Dihadiahi Timah Panas, Penusuk Dua Pemuda di Rumah Biliar Pringsewu Pilih Menyerah
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat