Wakos Reza Gautama
Rabu, 30 September 2026 | 07:26 WIB
Ilustrasi Pulau Pasaran. Pemerintah Kota Bandar Lampung mengajukan tiga kelurahan pesisir kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. [ANTARA/Dian Hadiyatna]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung mengajukan tiga kelurahan pesisir kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Ketiga wilayah pesisir tersebut ditargetkan bertransformasi menjadi Kampung Nelayan Merah Putih berbasis pariwisata bahari.
  • Program pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menggerakkan UMKM lokal dan meningkatkan kesejahteraan taraf hidup nelayan.

SuaraLampung.id - Wajah kawasan pesisir Kota Bandar Lampung bersiap bertransformasi. Pemerintah Kota (Pemkot) resmi membidik tiga kawasan pesisir strategis untuk disulap menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ketiga lokasi yang diajukan tersebut adalah Kelurahan Bumi Waras, Kelurahan Kangkung, dan Kelurahan Kotakarang Raya.

Langkah ini bukan sekadar proyek perbaikan infrastruktur fisik bagi nelayan, melainkan sebuah strategi terpadu untuk mengubah kawasan kumuh pesisir menjadi pusat ekonomi baru berbasis perikanan, UMKM, dan wisata bahari.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Bandar Lampung, Eka Jaya Saputra, menegaskan bahwa ketiga kelurahan tersebut memiliki modal sosial dan geografis yang kuat untuk berkembang lebih dari sekadar sentra tangkapan ikan.

"Bumi Waras, Kangkung, dan Kotakarang Raya punya potensi besar yang belum tergarap optimal. Pengajuannya tidak hanya untuk memfasilitasi aktivitas melaut nelayan, tetapi dirancang sebagai ruang ekonomi kreatif dan destinasi wisata pesisir," ujar Eka Jaya, Selasa (29/9/2026).

Program KNMP ini nantinya akan mengintegrasikan penguatan ekonomi warga secara profesional lewat Koperasi Desa Merah Putih.

Melalui skema ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal diharapkan ikut kecipratan berkah dari penataan kawasan.

Eka menambahkan, orientasi pembangunan pesisir saat ini harus menyentuh akar rumput dan membawa dampak finansial langsung ke kantong masyarakat.

"Pembangunan KNMP tidak boleh berhenti pada penyediaan dermaga atau sarana fisik semata. Target utamanya adalah perputaran ekonomi. Kami ingin geliat UMKM hidup dan taraf hidup nelayan kita naik kelas," pungkasnya. (ANTARA)

Baca Juga: 3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

Load More