Wakos Reza Gautama
Senin, 21 September 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi SPPG. Pemerintah Kota Bandar Lampung memperketat keamanan pangan jelang Program Makan Bergizi Gratis pada September 2026. [Dok. Humas Pemda DIY]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung memperketat keamanan pangan jelang Program Makan Bergizi Gratis pada September 2026.
  • Dinas Kesehatan mencatat 139 dari 152 dapur pengolah telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
  • Sebanyak 4.112 juru masak telah lulus pelatihan resmi untuk mencegah risiko kontaminasi pangan.

SuaraLampung.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperketat standar mutu dan keamanan pangan menjelang akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan setempat mencatat, sebanyak 91,4 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pengolah MBG di kota ini telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Secara angka riil, sebanyak 139 dari total 152 dapur SPPG telah teruji kelayakannya hingga periode September ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menegaskan bahwa kepemilikan sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan benteng utama untuk mencegah risiko kontaminasi pangan pada makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

"Dari total 152 unit dapur SPPG yang terdata, 142 di antaranya sudah mengajukan berkas, dan 139 dapur telah dinyatakan lolos SLHS. Kami terus mendorong dan mendampingi unit dapur yang tersisa agar segera merampungkan proses legalitas higienesnya," jelas Muhtadi, Senin (21/9/2026).

Muhtadi memaparkan, penjaminan mutu tidak hanya berhenti pada kebersihan fisik bangunan dapur, tetapi juga mencakup ekosistem pengolahan secara menyeluruh.

Berdasarkan integrasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kementerian Kesehatan bersama portal Badan Gizi Nasional (BGN), tercatat sebanyak 140 dapur SPPG di Bandar Lampung telah lolos verifikasi ketat Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sirkulasi udara, sanitasi air bersih, hingga pengelolaan limbah dapur tidak menjadi sarang bakteri pembawa penyakit.

Faktor manusia (human error) turut menjadi perhatian serius. Dari total 6.063 tenaga penjamah pangan (food handler) yang terdaftar di seluruh dapur SPPG Kota Bandar Lampung, sebanyak 4.112 juru masak telah dinyatakan lulus pelatihan resmi standar kesehatan dan higiene kerja.

Baca Juga: Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas

"Para juru masak dibekali pemahaman medis terkait cara menjaga kebersihan diri, teknik memotong bahan baku, hingga tata cara penyajian yang steril. Ini penting agar asupan nutrisi yang masuk ke tubuh anak-anak benar-benar aman dan bergizi utuh," tegas Muhtadi.

Pemkot Bandar Lampung berkomitmen terus memberikan pendampingan jemput bola bagi pengelola dapur yang masih dalam proses verifikasi, sembari memperluas pelatihan bagi sisa tenaga pengolah makanan yang belum tersertifikasi. (ANTARA)

Load More