- Pemkot Bandar Lampung memperketat pengawasan beras fortifikasi di pasar dan ritel pada 18 September 2026.
- Pengawasan dilakukan karena Kementerian Pertanian menemukan 25 merek beras melanggar SNI dan klaim gizi.
- Dinas Pangan dan Perdagangan melarang peredaran serta menyita produk beras bermasalah tersebut dari pasaran.
SuaraLampung.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bergerak cepat memperketat pengawasan peredaran beras fortifikasi di seluruh etalase pasar tradisional hingga ritel modern.
Langkah ini menyusul temuan mengejutkan dari Kementerian Pertanian (Kementan) terkait puluhan merek beras berlabel gizi tambahan yang terbukti melanggar standar mutu dan melakukan klaim nutrisi palsu.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, demi membentengi masyarakat dari ancaman peredaran pangan ilegal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ayu Kumala Dewi, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh manajemen supermarket dan jaringan ritel modern untuk memasang barikade ketat terhadap pasokan beras yang masuk.
"Ritel modern kami minta bersikap tegas menolak dan jangan pernah menjual produk beras yang tidak mengantongi izin edar resmi. Kami juga turun langsung menyisir pasar tradisional untuk memastikan beras yang beredar benar-benar aman dan sesuai standar mutu," tegas Ayu, Jumat (18/9/2026).
Senada, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menyatakan timnya tengah menyisir jalur distribusi beras di pasar-pasar rakyat guna mengantisipasi rembesan merek-merek bermasalah tersebut. Ia tidak segan-segan menjatuhkan sanksi penyitaan di tempat.
"Jika di lapangan kami temukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan regulasi, petugas berwenang akan langsung melarang peredarannya dan melakukan penarikan paksa dari pasaran," tegas Erwin.
Keresahan ini bermula ketika Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar hasil uji laboratoris terhadap 25 merek beras fortifikasi.
Berdasarkan hasil pengujian di empat laboratorium independen, produk-produk tersebut terbukti melakukan manipulasi informasi kandungan zat gizi mikro tambahan di dalamnya ditemukan berada jauh di bawah kadar yang digembar-gemborkan pada kemasan label.
Baca Juga: Takut Diburu Polisi Usai Hajar Pak Ogah hingga Luka Parah, Satu Pelaku Menyerah Diantar Kakak
Tak hanya menyesatkan konsumen dengan klaim gizi bodong, 25 merek beras tersebut dinyatakan gagal memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Takut Diburu Polisi Usai Hajar Pak Ogah hingga Luka Parah, Satu Pelaku Menyerah Diantar Kakak
-
Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung
-
Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk
-
BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong