Wakos Reza Gautama
Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB
BPS Lampung mencatat sektor pertanian menyerap 2,14 juta tenaga kerja atau 43,19 persen pada Agustus 2026. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • BPS Lampung mencatat sektor pertanian menyerap 2,14 juta tenaga kerja atau 43,19 persen pada Agustus 2026.
  • Jumlah penduduk bekerja di Lampung naik menjadi 4,95 juta orang dan menurunkan pengangguran ke level 4,01 persen.
  • Sebanyak 65,93 persen dari total pekerja di Lampung masih bekerja pada sektor informal hingga Agustus 2026.

SuaraLampung.id - Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terbukti masih menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat Lampung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026, sektor ini sukses menyerap 2,14 juta tenaga kerja, atau menguasai 43,19 persen dari total penduduk yang bekerja di provinsi tersebut.

Secara umum, potret ketenagakerjaan di Sang Bumi Ruwa Jurai menunjukkan tren positif. Jumlah penduduk yang bekerja tercatat melonjak menjadi 4,95 juta orang, bertambah 97,07 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan bahwa selain sektor pertanian, roda penyerapan kerja terbesar lainnya ditopang oleh sektor perdagangan besar/eceran serta sektor industri pengolahan.

"Jumlah angkatan kerja Lampung pada Agustus 2026 menembus 5,16 juta orang, bertambah 90,68 ribu orang dibanding Agustus 2025. Dari angka itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) kita ikut terkerek naik menjadi 70,76 persen," jelas Ahmadriswan dalam siaran pers daring, Kamis (5/11/2026).

Menariknya, kenaikan partisipasi kerja ini didorong oleh geliat kaum perempuan. BPS mencatat TPAK perempuan melonjak signifikan sebesar 1,83 persen, sementara TPAK laki-laki justru mengalami sedikit koreksi sebesar 1,10 persen.

Meski serapan tenaga kerja terbilang masif, potret ketenagakerjaan Lampung masih menyisakan tantangan struktural. Pasalnya, mayoritas masyarakat belum menikmati perlindungan kerja formal.

Dari total 4,95 juta orang yang bekerja, sebanyak 65,93 persen masih berkutat di sektor informal. Sementara itu, pekerja yang terserap di sektor formal baru menyentuh angka 34,07 persen (1,68 juta orang).

Kendati demikian, angin segar tetap berhembus pada angka pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung per Agustus 2026 berhasil ditekan ke level 4,01 persen, turun 0,20 persen poin dibanding Agustus tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

"Secara riil, jumlah pengangguran di Lampung berkurang dari 213,17 ribu orang pada Agustus 2025 menjadi 206,77 ribu orang pada Agustus 2026," pungkas Ahmadriswan. (ANTARA)

Load More