- Shavira Ramadhani tenggelam di palung Pantai MS Town, Pesawaran, pada Minggu siang (1/11/2026).
- Warga berhasil mengevakuasi korban yang tidak sadarkan diri akibat terminum banyak air laut.
- Korban kini sudah melewati masa kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
SuaraLampung.id - Liburan akhir pekan di kawasan wisata pesisir Pesawaran nyaris berujung duka mendalam. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun, Shavira Ramadhani, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis usai tenggelam di perairan THR Pantai MS Town, Dusun Mutun, Desa Sukajaya Lempasing, Minggu (1/11/2026) siang.
Petaka bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Korban awalnya tengah asyik bermain air bersama rekan-rekan sebayanya di area bibir Pantai Putri Mutun.
Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, korban terus berenang hingga melewati tembok pembatas yang memisahkan pantai tersebut dengan kawasan Pantai MS Town.
Nahas, langkah kaki bocah malang itu langsung terperosok ke dalam palung laut berkedalaman sekitar dua meter. Tak kuasa melawan arus dan kedalaman air yang curam, Shavira seketika tenggelam dan hilang dari permukaan.
Melihat kejadian tersebut, kegaduhan sempat pecah di tepi pantai. Beruntung, kesigapan warga dan sesama pengunjung berhasil menyelamatkan korban dari dasar palung. Tubuh Shavira dievakuasi ke daratan dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri.
Setelah mendapat pertolongan pertama dari warga yang panik, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Hanura. Namun, akibat banyaknya air laut yang masuk ke saluran pernapasan dan kondisinya yang memburuk, penanganan medis harus dilakukan secara estafet.
Korban segera dirujuk ke Rumah Sakit Bumi Waras, sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin, Aipda Fauzan Rakamigo, yang terus memantau kondisi korban di RSUD Abdul Moeloek melaporkan bahwa Shavira kini telah melewati masa kritis.
"Hasil pemantauan terakhir, alhamdulillah korban sudah sadar dan perlahan bisa diajak berkomunikasi, meski suaranya masih terbata-bata karena kondisi tubuhnya masih lemas," ungkap Aipda Fauzan.
Baca Juga: Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
Belajar dari insiden mengerikan ini, pihak kepolisian melayangkan peringatan keras kepada seluruh wisatawan, khususnya para orang tua, agar tidak sekali-kali lengah saat mengawasi anak-anak bermain di pantai.
"Karakteristik laut di kawasan wisata sering kali menyimpan titik palung tersembunyi yang sulit diprediksi anak-anak. Jangan pernah lepaskan pandangan dari buah hati saat mereka berada di area perairan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Berangkat Subuh Hanya Perahu yang Pulang: Nelayan Pesisir Barat Hilang Diterjang Ombak 2,5 Meter
-
Lambaian Tangan Terakhir di Tengah Ganasnya Ombak, Pria Pesisir Barat Ditemukan Tewas
-
Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
-
Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ