Wakos Reza Gautama
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:29 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Mulhakim Bin Hamzah (55), warga Pekon Kerbang Langgar, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang dilaporkan melompat ke laut di Pantai Sayar, Pekon Kota Karang. Korban ditemukan pada Sabtu (17/10/2026) dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian memasuki hari ketiga. [Dok Basarnas Lampung]
Baca 10 detik
  • Mulhakim Bin Hamzah melompat ke laut Pantai Sayar pada Kamis siang, 15 Oktober 2026.
  • Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian maraton selama tiga hari di perairan Samudra Hindia.
  • Jasad korban ditemukan mengapung pada Sabtu siang, 17 Oktober 2026, lalu diserahkan kepada keluarga.

SuaraLampung.id - Operasi pencarian maraton selama tiga hari di perairan Samudra Hindia akhirnya menemui titik akhir yang memilukan.

Mulhakim Bin Hamzah (55), warga Pekon Kerbang Langgar yang nekat melompat ke laut ganas di Pantai Sayar, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Sabtu (17/10/2026) siang.

Jasad korban mengapung di koordinat 5°02'34" LS dan 103°47'06" BT, berjarak sekitar 0,84 mil laut ke arah barat laut dari karang tempat pertama kali ia menjatuhkan diri ke air.

Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Wiranata, mengonfirmasi penemuan korban yang dieksekusi sekitar pukul 14.30 WIB oleh Search and Rescue Unit (SRU) laut.

"Setelah tiga hari berpacu dengan gelombang tinggi pesisir barat, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban mengapung di laut lepas. Jenazah langsung dievakuasi dan kami antar langsung ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Ari Wiranata.

Tragedi memilukan ini bermula pada Kamis siang (15/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan kesaksian sang keponakan, Yolanda, korban awalnya baru saja menyelesaikan rutinitas membersihkan rumput liar di kawasan Way Lunik, tepi Pantai Sayar.

Namun, alih-alih beristirahat di rumah, Mulhakim justru melangkah pasti menuju bibir tebing karang terjal yang menjorok sekitar 200 meter ke tengah laut. Tanpa ragu, pria paruh baya itu mendadak melompat ke dalam gulungan ombak besar.

Pemandangan berikutnya menjadi trauma mendalam bagi Yolanda. Dari kejauhan, ia menyaksikan sang paman sempat timbul-tenggelam dan panik melambaikan kedua tangannya ke udara meminta pertolongan saat terseret arus laut lepas yang ganas.

Nahas, ganasnya hempasan ombak karang pantai barat membuat sang keponakan tak berdaya untuk terjun menolong.

Baca Juga: Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter

Yolanda hanya bisa berteriak histeris dan berlari memanggil bantuan keluarga sebelum arus Samudra Hindia menelan tubuh pamannya dalam hitungan detik.

Operasi SAR berskala besar segera digelar Basarnas Lampung dengan melibatkan armada gabungan dari BPBD, Satpolairud, Koramil, Polsek Pesisir Utara, Puskesmas Pugung Tampak, serta puluhan perahu jukung nelayan setempat.

Pada hari ketiga pencarian, operasi dibagi menjadi tiga unit taktis (SRU). SRU 1 menerjang gelombang hingga radius 20 mil laut menggunakan perahu karet bermesin (rubber boat) dari Dermaga Balam.

SRU 2 armada jukung tradisional nelayan menyisir jalur perairan dalam menuju arah perairan Pulau Pisang. SRU 3, Tim darat yang menyisir garis pantai berkarang sejauh 3 kilometer.

Penemuan jasad korban pada Sabtu siang resmi menutup seluruh rangkaian pencarian darurat tepat pukul 15.30 WIB.

"Kami mengapresiasi keberanian para nelayan lokal dan seluruh unsur SAR gabungan yang tak kenal lelah menyisir medan laut yang sangat menantang ini. Duka mendalam kami sampaikan kepada keluarga besar almarhum, semoga diberikan ketabahan atas musibah berat ini," tutup Ari.

Load More