Wakos Reza Gautama
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi tenggelam. Sugiawanto menyelamatkan putrinya dari ombak besar di Pantai Beringin Saka, Tanggamus, Kamis (8/10/2026). [Unsplash/Ian Espinosa]
Baca 10 detik
  • Sugiawanto menyelamatkan putrinya dari ombak besar di Pantai Beringin Saka, Tanggamus, Kamis (8/10/2026).
  • Sang ayah gugur terseret arus setelah berhasil mendorong putri serta rekannya ke titik aman.
  • Pihak kepolisian mengonfirmasi nyawa korban tidak tertolong meski telah menerima pertolongan medis darurat.

SuaraLampung.id - Kasih seorang ayah benar-benar dibuktikan hingga hembusan napas terakhir. Sugiawanto (50), warga Pekon Kresno Mulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, meninggal dunia usai berjuang bertaruh nyawa menyelamatkan putri kandungnya yang tergulung ombak ganas di pesisir Lampung, Kamis (8/10/2026) siang.

Momen liburan keluarga di Pantai Beringin Saka, Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus tersebut seketika berubah menjadi mimpi buruk sekitar pukul 13.00 WIB.

Tragedi bermula saat putri korban, Aulia Jessica (16), tengah bermain air di bibir pantai bersama seorang rekannya. Tanpa aba-aba, deburan ombak besar datang menyapu dan langsung menyeret kedua remaja tersebut ke tengah laut.

Jeritan histeris minta tolong dari sang buah hati memecah suasana pantai. Sugiawanto yang saat itu berada di tepi daratan tak berpikir panjang.

Demi menyelamatkan darah dagingnya, pria paruh baya itu spontan menceburkan diri dan menerjang ganasnya arus laut.

Aksi heroik Sugiawanto berhasil membuahkan hasil. Aulia dan rekannya berhasil diselamatkan dari maut. Namun nahas, tenaga sang ayah terkuras habis.

Usai mendorong kedua remaja tersebut ke titik aman, Sugiawanto justru gantian digulung ombak dan hilang terseret ke dasar laut.

"Korban sempat berada di dalam air selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya tubuhnya terbawa kembali ke tepian," ungkap seorang warga.

Melihat tubuh korban terdampar di pesisir, warga sekitar langsung bergegas memberikan pertolongan darurat.

Baca Juga: Himpitan Ekonomi Berujung Duka: Seorang Kurir Paket di Tanggamus Ditemukan Meninggal Tragis

Sugiawanto sempat dilarikan ke rumah seorang bidan desa setempat sebelum akhirnya dirujuk cepat menuju Puskesmas Antar Brak. Namun, takdir berkata lain.

Kapolsek Limau, Iptu Fridy Romadhana Panca Rizky, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Upaya medis yang dilakukan tim puskesmas tidak mampu menyelamatkan nyawa sang ayah.

"Korban atas nama Sugiawanto, usia 50 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan pertolongan medis di puskesmas, nyawanya tidak tertolong," pungkas Iptu Fridy, Jumat (9/10/2026).

Load More