- Pelajar bernama Rangga Adriana yang hilang sejak Selasa malam ditemukan meninggal dunia di Pesisir Barat.
- Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dari bibir pantai pada Jumat pagi setelah mendapat laporan warga.
- Operasi pencarian maraton resmi ditutup setelah jasad korban berhasil dibawa menuju rumah duka di Lampung Barat.
SuaraLampung.id - Tiga hari pencarian menegangkan terhadap Rangga Adriana (17) akhirnya berujung duka mendalam. Pelajar yang sempat hilang misterius dan diduga terseret ombak di perairan Pekon Balam, Pesisir Barat, ditemukan terdampar di bibir pantai dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (25/9/2026) pagi.
Jasad korban pertama kali dilihat oleh warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB. Titik penemuan berada di koordinat 5°1'56.45” LS dan 103°46'58.26” BT, atau sekitar 0,9 kilometer arah barat laut dari lokasi awal korban diperkirakan tersapu gelombang.
Mendapat laporan mendadak dari warga, Tim SAR Gabungan yang tengah bersiap menggelar pencarian hari ketiga langsung beralih melakukan evakuasi kilat.
"Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju lokasi. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung kami bawa menuju rumah duka di Lampung Barat," ujar Komandan Tim Rescuer Basarnas Lampung, Afriandi.
Penemuan ini menjadi akhir dari misteri kepergian korban yang sempat menyita perhatian publik. Pelajar asal Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat itu dilaporkan hilang sejak Selasa (22/9/2026) malam.
Kala itu, kepergian Rangga meninggalkan tanda tanya besar setelah sepeda motornya ditemukan teronggok di kebun arah pantai.
Ponsel dan celananya tersimpan rapi di dalam jok motor, sementara sepasang sandal hitam miliknya tertinggal sepi di batas pasir dan ombak.
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian maraton yang melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, Polairud Polda Lampung, Polres Pesisir Barat, Polsek Pesisir Utara, BPBD, hingga ratusan nelayan lokal resmi dihentikan.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh unsur SAR gabungan, nelayan, serta masyarakat yang tak kenal lelah membantu pencarian di tengah ombak ekstrem. Dengan ini, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup," tutup Afriandi.
Baca Juga: Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat
Berita Terkait
-
Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat
-
Senjata Masih Terselempang di Tubuh, Mengapa Brida Rizky Ditemukan Tewas di Sungai Mesuji?
-
Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa
-
Nyabu Dulu Begal Sopir Truk Kemudian, Dua Pelajar Tanggamus Ditangkap Polisi
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai
-
Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah
-
Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat
-
Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta
-
BRI Infinite Prioritas x GarudaMiles, Ada Ekstra 27.000 Miles untuk 100 Nasabah