- Tiga siswa SD ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Bendungan Widara Payung, Pringsewu, pada Senin (5/10/2026).
- Warga dan aparat kepolisian berhasil mengevakuasi seluruh jasad korban setelah sengaja membuka pintu air bendungan tersebut.
- Polsek Pringsewu Kota menyatakan kematian korban adalah murni kecelakaan dan mengimbau orang tua memperketat pengawasan anak.
SuaraLampung.id - Keceriaan anak-anak bermain air di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, berujung duka mendalam pada Senin (5/10/2026) siang. Tiga bocah sekolah dasar (SD) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di pusaran air bendungan tersebut.
Ketiga korban yang meregang nyawa teridentifikasi sebagai Zainul (7) dan Dafa Alfarezel (8), keduanya warga Pekon Podosari, Pringsewu, serta Khoirul Imam (8), warga Pekon Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo.
Tragedi memilukan ini pertama kali disadari oleh dua remaja yang hendak menyeberangi kawasan bendungan sekitar pukul 12.30 WIB.
Langkah keduanya terhenti saat melihat seonggok kain merah mengambang di permukaan air. Curiga, mereka mendekat dan tersentak menyadari kain tersebut adalah tubuh seorang anak laki-laki.
Remaja tersebut lantas berlari sejauh 100 meter menuju permukiman warga untuk berteriak meminta pertolongan. Warga yang berdatangan segera mengevakuasi korban pertama, yakni Zainul, yang saat itu mengenakan kaus merah dan celana abu-abu.
Kecurigaan bahwa musibah ini menelan lebih dari satu korban bermula saat warga menyisir bantaran bendungan. Di tepi genangan air, petugas dan warga mendapati tiga pasang sandal anak-anak berjajar rapi ditinggalkan pemiliknya.
Sadar masih ada dua bocah lain yang terjebak di dasar perairan, warga bersama aparat kepolisian segera membuka pintu air bendungan untuk menyurutkan permukaan air secara drastis.
Kekhawatiran itu terbukti benar. Sekitar satu jam berselang, jasad korban kedua, Dafa Alfarezel, berhasil ditemukan di balik surutnya air.
Tak lama kemudian, tepatnya pukul 13.42 WIB, tubuh korban terakhir, Khoirul Imam, yang mengenakan kemeja biru bergaris, ditemukan dalam kondisi serupa.
Baca Juga: Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan
Ketiga jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Pringsewu guna pemeriksaan medis awal sebelum akhirnya diserahkan ke pelukan keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi.
Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengonfirmasi dugaan sementara kematian ketiga korban murni akibat kecelakaan tenggelam saat bermain di luar pantauan orang dewasa.
"Dugaan awal ketiga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi utuhnya," terang AKP Ramon.
Belajar dari insiden tragis ini, kepolisian melayangkan imbauan tegas kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas luar ruang anak-anak, terutama di sekitar objek perairan rawan bencana seperti bendungan, aliran irigasi, dan sungai berarus deras.
"Jangan biarkan anak-anak bermain di tepi perairan tanpa didampingi orang dewasa, terlebih bila mereka belum mahir berenang. Kedalaman dan debit arus bendungan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa aba-aba. Jangan sampai kelengahan kita berbuah penyesalan seumur hidup," pungkas Ramon.
Berita Terkait
-
Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan
-
Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai
-
Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung
-
Geger Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk, Polisi Buru Pelaku
-
Sindikat Copet Emak-emak Penggasak Duit Nasabah di Pasar Bukit Kemuning Dibekuk di Balam
-
Bersama KPK, BRI Perkuat Barisan Penyuluh Antikorupsi
-
Terlibat Aksi Rampok Sadis di Gubuk Lampung Barat, Pensiunan Polisi dan Rekan Wanita Diringkus