Wakos Reza Gautama
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melakukan operasi pencarian terhadap Mulhakim bin Hamzah, 55, yang dilaporkan melompat ke laut di kawasan Pantai Sayar, Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Kamis (15/10/2026). [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Mulhakim (55) hilang terseret gelombang tinggi setelah melompat ke tengah laut Pantai Sayar pada Kamis (15/10) siang.
  • Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet dan perlengkapan selam untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
  • Pencarian hari pertama terpaksa ditunda akibat gelombang setinggi dua hingga empat meter yang membahayakan keselamatan tim.

SuaraLampung.id - Suasana tenang di Pantai Sayar mendadak berubah menjadi mencekam, Kamis (15/10/2026) siang. Mulhakim bin Hamzah (55) dilaporkan hilang terseret gelombang tinggi setelah nekat melompat ke tengah laut dari atas hamparan batu karang.

Detik-detik hilangnya korban disaksikan langsung oleh keponakannya yang tak berdaya menghadapi ganasnya ombak. Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban yang baru saja pulang usai membersihkan rumput di kawasan Way Lunik, tiba-tiba berjalan menuju ke arah laut melalui jalur karang sejauh 200 meter dari rumah saksi, Yolanda.

Tanpa diduga, Mulhakim langsung melompat ke air dan seketika tergulung ombak besar.

"Korban sempat terlihat melambaikan tangan meminta tolong," ungkap Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Winata, mengutip keterangan saksi.

Namun, gulungan ombak yang terlampau dahsyat membuat pihak keluarga tak berkutik. Takut ikut celaka, Yolanda bergegas meminta pertolongan warga sebelum akhirnya laporan darurat diteruskan ke Polsek Pesisir Utara dan Basarnas Lampung.

Menerima laporan sekitar pukul 13.38 WIB, tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa armada perahu karet dan perlengkapan selam.

Setibanya di lokasi pukul 15.00 WIB, tim SAR gabungan langsung membagi dua regu (SRU) untuk menyisir bibir pantai ke arah utara dan selatan masing-masing sejauh 2 kilometer.

Sayangnya, operasi penyelamatan hari pertama terbentur oleh alam yang tidak bersahabat. Amukan gelombang setinggi 2 hingga 4 meter memaksa tim menunda pencarian ke tengah laut. Hingga pukul 17.00 WIB, keberadaan Mulhakim masih belum menemui titik terang.

Baca Juga: Lolos dari Maut! Pria yang Terjun di Dermaga Bakauheni Ditemukan Selamat di Pulau Kandang

"Kondisi cuaca kurang mendukung dan tinggi gelombang mencapai 2–4 meter, sehingga operasi ke tengah laut belum bisa dimaksimalkan demi keselamatan tim," ujar Ari.

Meski penyisiran laut dihentikan sementara menjelang malam, petugas tetap bersiaga memantau perairan secara visual dari daratan.

Operasi pencarian besar-besaran kembali dilanjutkan pada Jumat (16/10/2026) pagi pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan alutsista penuh.

Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi lintas unsur, mulai dari Basarnas, BPBD Pesisir Barat, Polairud, TNI Koramil Pesisir Utara, Polsek Pesisir Utara, hingga nelayan setempat.

Bagi masyarakat atau nelayan yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, Basarnas mengimbau untuk segera melapor melalui Emergency Call Basarnas di nomor 115 atau WhatsApp Comm Center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006.

Load More