- Pemkot Bandar Lampung mengerahkan Satgas Gabungan untuk mengeruk sedimentasi sungai pada Minggu, 1 November 2026.
- Operasi pembersihan difokuskan di Sungai Way Awi dan Sungai Way Balau guna mencegah terjadinya bencana banjir.
- Pengerukan berhasil memulihkan kapasitas daya tampung air sungai sehingga risiko limpasan ke permukiman berkurang.
SuaraLampung.id - Berkejaran dengan datangnya puncak musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah preventif agresif.
Lewat Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Mitigasi Bencana, operasi pengerukan sedimentasi dan pembersihan material sampah kini dikebut secara maraton di sejumlah titik aliran sungai yang selama ini menjadi langganan banjir.
Operasi normalisasi ini difokuskan pada dua urat nadi aliran air yang dinilai paling rawan mengalami penyempitan dan pendangkalan ekstrem, yakni Sungai Way Awi dan Sungai Way Balau.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menegaskan bahwa langkah taktis ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Eva Dwiana agar instansi terkait bergerak proaktif sebelum genangan melumpuhkan permukiman warga.
"Tim Satgas terjun langsung mengangkat endapan lumpur pekat dan material padat yang selama ini membendung alur sungai. Akibat pendangkalan inilah, air biasanya langsung meluap begitu debit hujan meningkat deras," ungkap Anthoni, Minggu (1/11/2026).
Melalui pengerukan masif ini, kapasitas daya tampung air di Way Awi dan Way Balau diklaim telah pulih ke batas normal.
Dengan alur drainase yang kembali terbuka, risiko air tumpah ke jalan dan permukiman warga dapat ditekan secara signifikan.
Kendati infrastruktur sungai terus dibenahi, Anthoni mengingatkan bahwa upaya pemerintah akan sia-sia jika kesadaran masyarakat tidak berubah.
Masalah menahun terkait perilaku membuang sampah domestik ke bantaran sungai masih menjadi ancaman utama yang menyabotase saluran air.
Baca Juga: Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
"Kapasitas sungai sekarang sudah normal kembali. Namun, mitigasi ini butuh kerja sama warga. Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, karena kesadaran warga adalah kunci utama agar bencana banjir tidak berulang," tandasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
-
Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
-
Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ