Wakos Reza Gautama
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:48 WIB
Pelaku penusukan 2 pengunjung biliar di Kelurahan Pringgsewu Timur pada Sabtu (20/6/20206) malam lalu akhirnya menyerahkan diri ke polisi. [Dok Humas Polres Pringsewu]
Baca 10 detik
  • SAW (28) menyerahkan diri ke Mapolsek Pringsewu Kota pada Minggu (21/6/2026) karena takut diburu serta ditembak polisi.
  • Pelaku melakukan penusukan terhadap dua korban di Gudang Billiard Pringsewu Timur akibat emosi saat terjadi perkelahian.
  • Dua korban bernama Riyan dan Zidane mengalami luka tusuk serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

SuaraLampung.id - Pelarian SAW (28) berakhir bukan karena penyergapan polisi, melainkan karena rasa takut yang menghantui. Pria asal Pekon Babakan, Tanggamus ini akhirnya memilih menyerahkan diri ke Mapolsek Pringsewu Kota pada Minggu (21/6/2026) sore, setelah terlibat dalam tragedi berdarah di sebuah rumah biliar.

Dengan dikawal pihak keluarga dan aparatur pekon, SAW melangkah lunglai menuju kantor polisi sekitar pukul 15.00 WIB.

Alasan di balik penyerahannya karena ia takut diburu dan tak siap jika harus berhadapan dengan moncong senjata polisi alias "dihadiahi" timah panas.

"Pelaku mengaku menyerah karena takut ditangkap dan ditembak. Ia memilih menjalani proses hukum atas perbuatannya," ungkap Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, Selasa (23/6/2026).

Tragedi ini bermula pada Sabtu malam yang panas di Gudang Billiard, Jalan Ahmad Yani, Pringsewu Timur. Suasana kompetisi yang harusnya seru mendadak berubah menjadi arena pengeroyokan. Cekcok mulut antar pengunjung berujung pada baku hantam yang tak terkendali.

Di tengah kekacauan itu, SAW mengaku emosinya memuncak. Setelah sempat terlibat perkelahian hingga jatuh tersungkur, ia mengaku secara "refleks" mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya dan menyerang secara membabi buta.

Akibatnya fatal. Dua pemuda, Riyan Saputra (24) dan M. Zidane (22), menjadi korban keganasan ujung belati SAW. Riyan menderita luka tusuk di paha dan ketiak, sementara Zidane harus berjuang melewati masa kritis akibat dua luka tusuk di bagian perut. Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ramon Zamora, menjelaskan bahwa suasana di lokasi kejadian pasca-penusukan sangat mencekam. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan saksi bisu dari brutalnya keributan tersebut.

"Kami mengamankan tiga buah stik biliar dalam kondisi patah dan satu celana jeans pendek biru yang masih berlumuran darah," ujar AKP Ramon.

Baca Juga: Gara-Gara Anak Cekcok, Kakak Ipar di Pringsewu Gelap Mata Hajar Adik Pakai Bata

Load More