- SAW (28) menyerahkan diri ke Mapolsek Pringsewu Kota pada Minggu (21/6/2026) karena takut diburu serta ditembak polisi.
- Pelaku melakukan penusukan terhadap dua korban di Gudang Billiard Pringsewu Timur akibat emosi saat terjadi perkelahian.
- Dua korban bernama Riyan dan Zidane mengalami luka tusuk serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
SuaraLampung.id - Pelarian SAW (28) berakhir bukan karena penyergapan polisi, melainkan karena rasa takut yang menghantui. Pria asal Pekon Babakan, Tanggamus ini akhirnya memilih menyerahkan diri ke Mapolsek Pringsewu Kota pada Minggu (21/6/2026) sore, setelah terlibat dalam tragedi berdarah di sebuah rumah biliar.
Dengan dikawal pihak keluarga dan aparatur pekon, SAW melangkah lunglai menuju kantor polisi sekitar pukul 15.00 WIB.
Alasan di balik penyerahannya karena ia takut diburu dan tak siap jika harus berhadapan dengan moncong senjata polisi alias "dihadiahi" timah panas.
"Pelaku mengaku menyerah karena takut ditangkap dan ditembak. Ia memilih menjalani proses hukum atas perbuatannya," ungkap Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, Selasa (23/6/2026).
Tragedi ini bermula pada Sabtu malam yang panas di Gudang Billiard, Jalan Ahmad Yani, Pringsewu Timur. Suasana kompetisi yang harusnya seru mendadak berubah menjadi arena pengeroyokan. Cekcok mulut antar pengunjung berujung pada baku hantam yang tak terkendali.
Di tengah kekacauan itu, SAW mengaku emosinya memuncak. Setelah sempat terlibat perkelahian hingga jatuh tersungkur, ia mengaku secara "refleks" mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya dan menyerang secara membabi buta.
Akibatnya fatal. Dua pemuda, Riyan Saputra (24) dan M. Zidane (22), menjadi korban keganasan ujung belati SAW. Riyan menderita luka tusuk di paha dan ketiak, sementara Zidane harus berjuang melewati masa kritis akibat dua luka tusuk di bagian perut. Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ramon Zamora, menjelaskan bahwa suasana di lokasi kejadian pasca-penusukan sangat mencekam. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan saksi bisu dari brutalnya keributan tersebut.
"Kami mengamankan tiga buah stik biliar dalam kondisi patah dan satu celana jeans pendek biru yang masih berlumuran darah," ujar AKP Ramon.
Baca Juga: Gara-Gara Anak Cekcok, Kakak Ipar di Pringsewu Gelap Mata Hajar Adik Pakai Bata
Berita Terkait
-
Gara-Gara Anak Cekcok, Kakak Ipar di Pringsewu Gelap Mata Hajar Adik Pakai Bata
-
Begal Viral di Pringsewu Ternyata Hoaks! Siasat Licik Suami Bohongi Istri karena Judol
-
Misteri Sosok Ardian: Pekerja Salon di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa Usai Karaoke
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai
-
Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah
-
Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat
-
Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta
-
BRI Infinite Prioritas x GarudaMiles, Ada Ekstra 27.000 Miles untuk 100 Nasabah