- Pasangan lansia, Warjan dan Apong Mulyati, tewas dalam kebakaran rumah di Desa Balinuraga, Lampung Selatan, Minggu (13/7/2026).
- Petugas pemadam kebakaran menemukan kedua korban meninggal dunia dalam posisi berpelukan setelah api berhasil dipadamkan pada dini hari.
- Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kebakaran rumah tersebut diduga kuat dipicu oleh penggunaan obat nyamuk di dalam hunian.
SuaraLampung.id - Di kegelapan malam Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, sebuah kisah cinta mencapai titik akhirnya yang paling memilukan.
Minggu (13/7/2026) menjelang tengah malam, saat sunyi menyergap, api diam-diam merayap dan melahap sebuah hunian yang letaknya cukup terpencil dari keramaian warga.
Di dalam rumah itu, maut menjemput pasangan suami istri senja. Warjan (86) dan istrinya, Apong Mulyati (79), ditemukan tak lagi bernyawa setelah api meluluhlantakkan tempat tinggal mereka.
Namun, ada satu pemandangan menyentuh yang membuat para petugas pemadam kebakaran tertegun saat melakukan evakuasi. Pasangan lansia ini ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan.
"Korban meninggal dunia dalam keadaan berpelukan," ungkap Rully Fikriansyah, Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Senin (13/7/2026).
Tragedi ini bermula sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasi rumah yang cukup jauh dari pemukiman warga lainnya membuat musibah ini terlambat disadari.
Si jago merah baru terlihat ketika ia sudah menguasai separuh bangunan. Teriakan minta tolong mungkin sempat terdengar, namun angin malam dan jarak yang membentang membuat bantuan tak segera datang.
Tim Damkar yang menerima laporan langsung bergegas menuju lokasi, tiba pada pukul 00.10 WIB. Petugas berjibaku melawan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan sekitar.
Setelah dua jam bertarung, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itulah, di balik puing-puing yang masih berasap, petugas menemukan bukti cinta sehidup semati Warjan dan Apong.
Baca Juga: Misteri Jasad di Bibir Pantai Lampung Selatan: Niat Cari Rebon, Mujamil Malah Temukan Mayat
Berdasarkan penyelidikan sementara, sebuah benda kecil yang biasa digunakan untuk mengusir serangga diduga menjadi pemicu malapetaka ini.
"Berdasarkan keterangan petugas lapangan, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh obat nyamuk," tambah Rully.
Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke rumah anak mereka yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Jasad di Bibir Pantai Lampung Selatan: Niat Cari Rebon, Mujamil Malah Temukan Mayat
-
Misteri di KMP Batumandi: Sepatu dan Jaket Jadi Jejak Terakhir Zora Sebelum Hilang di Selat Sunda
-
Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV
-
Menjinakkan Bom Waktu di TPA Bakung: Benteng Air dan Larangan Rokok demi Halau Api
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung