Wakos Reza Gautama
Senin, 13 Juli 2026 | 07:21 WIB
Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, menewaskan pasangan suami istri lanjut usia (lansia), karena terjebak kobaran api di dalam rumah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pasangan lansia, Warjan dan Apong Mulyati, tewas dalam kebakaran rumah di Desa Balinuraga, Lampung Selatan, Minggu (13/7/2026).
  • Petugas pemadam kebakaran menemukan kedua korban meninggal dunia dalam posisi berpelukan setelah api berhasil dipadamkan pada dini hari.
  • Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kebakaran rumah tersebut diduga kuat dipicu oleh penggunaan obat nyamuk di dalam hunian.

SuaraLampung.id - Di kegelapan malam Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, sebuah kisah cinta mencapai titik akhirnya yang paling memilukan.

Minggu (13/7/2026) menjelang tengah malam, saat sunyi menyergap, api diam-diam merayap dan melahap sebuah hunian yang letaknya cukup terpencil dari keramaian warga.

Di dalam rumah itu, maut menjemput pasangan suami istri senja. Warjan (86) dan istrinya, Apong Mulyati (79), ditemukan tak lagi bernyawa setelah api meluluhlantakkan tempat tinggal mereka.

Namun, ada satu pemandangan menyentuh yang membuat para petugas pemadam kebakaran tertegun saat melakukan evakuasi. Pasangan lansia ini ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan.

"Korban meninggal dunia dalam keadaan berpelukan," ungkap Rully Fikriansyah, Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Senin (13/7/2026).

Tragedi ini bermula sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasi rumah yang cukup jauh dari pemukiman warga lainnya membuat musibah ini terlambat disadari.

Si jago merah baru terlihat ketika ia sudah menguasai separuh bangunan. Teriakan minta tolong mungkin sempat terdengar, namun angin malam dan jarak yang membentang membuat bantuan tak segera datang.

Tim Damkar yang menerima laporan langsung bergegas menuju lokasi, tiba pada pukul 00.10 WIB. Petugas berjibaku melawan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan sekitar.

Setelah dua jam bertarung, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itulah, di balik puing-puing yang masih berasap, petugas menemukan bukti cinta sehidup semati Warjan dan Apong.

Baca Juga: Misteri Jasad di Bibir Pantai Lampung Selatan: Niat Cari Rebon, Mujamil Malah Temukan Mayat

Berdasarkan penyelidikan sementara, sebuah benda kecil yang biasa digunakan untuk mengusir serangga diduga menjadi pemicu malapetaka ini.

"Berdasarkan keterangan petugas lapangan, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh obat nyamuk," tambah Rully.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke rumah anak mereka yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. (ANTARA)

Load More