- Petugas Karantina Lampung melepasliarkan 977 burung sitaan di hutan lindung Gunung Rajabasa pada Sabtu, 18 Juli 2026.
- Burung yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan Pelabuhan Bakauheni ini dinyatakan sehat dan layak kembali ke habitat aslinya.
- Pelepasliaran ini bertujuan memulihkan ekosistem sekaligus menegaskan komitmen penindakan tegas terhadap pelaku perdagangan satwa liar ilegal.
SuaraLampung.id - Suasana di kawasan hutan lindung Register 3 Gunung Rajabasa, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (18/7/2026) pagi terasa berbeda.
Kesunyian hutan pecah bukan oleh deru mesin, melainkan oleh keriuhan suara kepak sayap dan kicauan riang yang saling bersahutan.
Sebanyak 977 ekor burung, yang hanya beberapa hari lalu terhimpit dalam pengapnya kardus cokelat di bagasi bus, kini telah mendapatkan kembali kebebasan.
Prosesi pelepasliaran ini merupakan babak akhir dari operasi penggagalan penyelundupan besar-besaran di Pelabuhan Bakauheni.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh petugas Karantina Lampung, ratusan nyawa bersayap ini dinyatakan sehat dan layak untuk kembali mengudara.
"Total ada 977 burung hasil sitaan yang resmi kami lepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Kami pastikan semuanya memenuhi standar kesehatan untuk bisa beradaptasi kembali di alam liar," ujar Ahmad Setianegara, Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Bakauheni Karantina Lampung.
Pemilihan lereng Gunung Rajabasa bukan tanpa alasan. Kawasan hutan lindung ini dianggap sebagai benteng pertahanan ekosistem yang ideal, di mana burung-burung tersebut bisa langsung menjalankan fungsi ekologisnya, menebar benih dan menjaga keseimbangan alam.
Di balik keindahan momen terbangnya burung-burung tersebut, terselip pesan keras bagi para pelaku perdagangan satwa liar ilegal.
Ahmad menegaskan bahwa pintu gerbang Pulau Sumatera tidak akan pernah memberi celah bagi mereka yang mencoba merampas kekayaan alam nusantara tanpa izin sah.
Baca Juga: Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
"Langkah ini penting. Kami mengirimkan pesan tegas bahwa perdagangan satwa liar ilegal tidak akan diberi ruang. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memutus rantai penyelundupan ini," tegasnya.
Selain soal kelestarian alam, tindakan tegas ini juga menjadi barikade pelindung dari ancaman penyakit hewan menular yang bisa terbawa melalui lalu lintas satwa ilegal. Pengetatan di Pelabuhan Bakauheni adalah kunci untuk memastikan keamanan hayati antar pulau.
"Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak. Sebagai gerbang Sumatera, Lampung akan terus kami perketat agar jalur penyelundupan ini benar-benar terputus," pungkas Ahmad. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Penyelundupan 670 Burung Liar Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu