- Seorang nelayan bernama Edi berusia 35 tahun hilang terseret arus saat mencari ikan di perairan Pulau Rimau pada Jumat pagi.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian cepat setelah menerima laporan warga terkait musibah hilangnya korban di lokasi tersebut.
- Jasad korban ditemukan meninggal dunia oleh tim penyelamat hanya dua meter dari lokasi terakhir ia terlihat pada pukul 09.00 WIB.
SuaraLampung.id - Fajar belum sepenuhnya menyingsing di Pesisir Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (17/7/2026).
Di bawah remang cahaya bulan tua, Edi (35) masih setuju untuk bertahan di air. Sementara tiga rekannya memilih menepi ke daratan, warga Dusun Cilacap ini masih asyik dengan tombaknya, berharap satu atau dua ekor ikan lagi bisa dibawa pulang.
Namun, ketenangan laut Ketapang tiba-tiba berubah mencekam sekitar pukul 03.30 WIB. Suara deburan ombak mendadak kalah nyaring oleh teriakan parau Edi yang meminta pertolongan.
Mendengar jeritan sang sahabat, Zian langsung melompat kembali ke air. Ia berenang sekuat tenaga menembus kegelapan, mencoba melawan arus demi menjangkau tangan Edi. Zian sempat berhasil menggapai tubuh rekannya itu. Namun, maut tampaknya lebih kuat menarik.
Kelelahan yang luar biasa membuat Zian nyaris ikut terseret ke dasar laut. Beruntung, rekan lainnya bernama Badawi segera menyambar tubuh Zian dan menariknya ke permukaan.
Dalam hitungan detik yang krusial itu, genggaman pada tangan Edi terlepas. Pria berusia 35 tahun itu pun hilang ditelan kegelapan laut.
Kabar hilangnya Edi sampai ke telinga Tim SAR sekitar pukul 07.45 WIB melalui Satpolairud Lampung Selatan. Tak butuh waktu lama, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni bergerak cepat menuju lokasi dengan peralatan selam lengkap.
Sinergi antara Basarnas, TNI AL, Polairud, dan warga sekitar membuahkan hasil dalam waktu singkat. Ironisnya, Edi ditemukan tak jauh dari tempatnya menghilang.
"Hanya berjarak sekitar dua meter dari lokasi terakhir ia terlihat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB," ujar Restu Abdilah, Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni.
Baca Juga: Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
Penemuan jasad Edi mengakhiri spekulasi, namun sekaligus membuka luka bagi keluarga yang menunggu di pinggir pantai.
Setelah dievakuasi dari dasar laut, jenazah langsung dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk penanganan medis terakhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban," tambah Restu.
Berita Terkait
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
-
Cemburu Buta, Pemuda Tega Bacok Tukang Ojek yang Dikira Pacar Baru Mantannya di Jati Agung
-
Cinta Sejati Hingga Ajal Menjemput: Pasutri Lansia Tewas Berpelukan dalam Kebakaran di Way Panji
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong