- Disparekraf Lampung menegaskan Gunung Anak Krakatau adalah kawasan cagar alam konservasi, bukan destinasi wisata bagi masyarakat umum.
- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat ke Level III mewajibkan penetapan radius aman lima kilometer.
- Potensi peningkatan status gunung berdampak pada perubahan konsep Festival Krakatau 2026 demi menjamin keselamatan para peserta.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) kembali mengeluarkan peringatan keras. Gunung Anak Krakatau (GAK) bukanlah destinasi wisata, melainkan Cagar Alam yang dilindungi oleh undang-undang.
"Seperti yang kita tahu, Gunung Anak Krakatau ini bukanlah tempat wisata, tetapi cagar alam yang harus dijaga. Kawasan ini hanya diperuntukkan bagi kegiatan konservasi," tegas Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, Jumat (17/7/2026).
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Saat ini, aktivitas vulkanik sang anak dari gunung legendaris tersebut tengah meningkat dan berada pada Level III (Siaga).
Jika dahulu wisatawan mungkin masih bisa mendekat hingga radius dua kilometer, kondisi saat ini memaksa otoritas untuk memperlebar jarak aman.
Tony mengimbau dengan sangat agar masyarakat dan wisatawan tidak nekat memasuki kawasan tersebut. Radius lima kilometer kini menjadi garis batas "harga mati" yang tidak boleh dilanggar demi keselamatan nyawa.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk terus mengedukasi wisatawan agar tidak mendekat dalam bentuk apa pun," tambahnya.
Geliat aktif sang gunung pun mulai berdampak pada agenda pariwisata tahunan Provinsi Lampung. Festival Krakatau 2026, yang biasanya menjadi magnet kunjungan, kemungkinan besar akan mengalami perubahan konsep besar-besaran.
Rencana awal untuk menggelar prosesi tabur bunga di area sekitar gunung kini tengah dipertimbangkan ulang. Disparekraf terus memantau fluktuasi aktivitas vulkanik dan menyiapkan skenario alternatif jika kondisi Level III terus bertahan. Keselamatan peserta festival menjadi prioritas utama di atas seremoni apa pun.
Status Cagar Alam yang disandang Anak Krakatau menjadikannya laboratorium alam yang sangat berharga. Di sana, ekosistem baru sedang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal
Masuknya wisatawan tanpa izin bukan hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga merusak tatanan konservasi yang sedang dijaga ketat. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal
-
Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
-
Horor di Surga Selancar: Turis Kanada Dilecehkan, Citra Wisata Pesisir Barat Dipertaruhkan
-
Menjual Pesona Masa Lalu: Misi Besar Bandar Lampung Ubah Bangunan Bersejarah Jadi Magnet Rupiah
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Drama Sandiwara Dua Sopir Penggelap Sapi Berakhir di Tangan Polsek Panjang
-
Bukan Sekadar Ubi: Pemprov Lampung Ingin Sulap 7,3 Juta Ton Singkong Menjadi Emas Hijau
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari