- Provinsi Lampung memproduksi 7,3 juta ton singkong per tahun dan berupaya mentransformasi sektor pertanian menjadi industri pengolahan bernilai tambah.
- Pemerintah daerah meluncurkan program Desaku Maju untuk meningkatkan daya saing industri kecil menengah dalam mengolah singkong menjadi produk turunan.
- Pemerintah pusat menerbitkan regulasi pembatasan impor singkong melalui Permendag Nomor 31 Tahun 2025 guna memaksimalkan penyerapan bahan baku lokal.
SuaraLampung.id - Di hamparan tanah Lampung yang subur, tertanam sebuah kekuatan ekonomi yang selama ini mungkin dianggap sebelah mata yaitu ubi kayu atau singkong.
Dengan produksi mencapai 7,3 juta ton per tahun, tertinggi di Indonesia, Lampung bukan sekadar lumbung pangan, melainkan raksasa agro yang sedang bersiap melakukan lompatan besar.
Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah menatap visi besar. Bukan lagi sekadar menjual bahan mentah, Lampung bertekad menjadi pusat industri pengolahan yang tangguh.
"Kami ingin Lampung maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Sektor industri pengolahan harus menjadi jembatan konkret bagi kekuatan pertanian kita," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam sosialisasi hilirisasi industri kecil menengah (IKM), Kamis (16/7/2026).
Angka berbicara banyak. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung menyentuh angka Rp530 triliun, di mana hampir seperempatnya (24 persen) disumbang oleh sektor agro. Namun, tantangan terbesarnya adalah menciptakan nilai tambah (value added).
Lewat program unggulan Desaku Maju, Jihan berambisi menghidupkan kembali ekosistem industri berbasis desa. Tujuannya agar kemakmuran tidak hanya berputar di kota, tapi merembes hingga ke pelosok dusun.
Hilirisasi bukan sekadar istilah teknis, melainkan napas baru bagi IKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Selaras dengan visi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan dukungan penuh. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menekankan bahwa singkong adalah harta karun yang serbaguna. Di tangan industri pengolahan yang tepat, singkong tak hanya berakhir sebagai tapioka.
"Potensinya sangat luas, mulai dari Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, sorbitol, hingga beragam produk pangan lainnya," ungkap Faisol Riza. Hilirisasi ini, lanjutnya, adalah kunci penganekaragaman pangan nasional yang mandiri.
Baca Juga: Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
Kabar paling menggembirakan bagi pelaku industri lokal adalah komitmen pemerintah dalam membatasi keran impor. Berdasarkan Permendag Nomor 31 Tahun 2025, impor singkong dan turunannya kini diperketat dan diawasi ketat lewat rekomendasi teknis Kemenperin.
"Regulasi ini adalah instrumen nyata untuk melindungi tumbuhnya industri singkong dalam negeri. Kita ingin memastikan bahan baku lokal diserap maksimal sebelum melirik pasar luar," tegas Wamenperin.
Namun, regulasi saja tak cukup. Faisol mengingatkan bahwa daya saing sejati lahir dari adopsi teknologi modern oleh para pelaku usaha.
Sinergi antara kebijakan perlindungan dari pusat dan semangat inovasi dari daerah inilah yang diharapkan menjadi motor penggerak menuju "Lampung Maju, Indonesia Emas". (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Bukan Sekadar Ubi: Pemprov Lampung Ingin Sulap 7,3 Juta Ton Singkong Menjadi Emas Hijau
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat