Wakos Reza Gautama
Selasa, 14 Juli 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi Pelabuhan Bakauheni. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni maupun jalur pelayaran di Selat Sunda tetap beroperasi normal di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau mengalami 19 kali erupsi selama Juni hingga Juli 2026 dengan status waspada Level III.
  • PT ASDP memastikan layanan penyeberangan rute Merak-Bakauheni tetap beroperasi normal di tengah aktivitas vulkanik gunung tersebut.
  • Pihak pengelola meningkatkan pengawasan intensif serta koordinasi lintas instansi demi menjamin keamanan seluruh penumpang dan logistik.

SuaraLampung.id - Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di Selat Sunda tercatat telah batuk sebanyak 19 kali sepanjang Juni hingga Juli 2026. Dengan status Level III (Siaga).

Lalu bagaimana dengan penyeberangan Jawa dan Sumatera? Menanggapi kekhawatiran tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan jawaban tegas.

Meski sang gunung sedang bergejolak, denyut nadi penyeberangan di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dipastikan tetap berdetak normal. Kapal-kapal feri tetap melaju, membawa ribuan penumpang dan logistik antar-pulau tanpa gangguan berarti.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan bahwa operasional berjalan lancar namun dengan tingkat kewaspadaan yang berlipat ganda. Baginya, keselamatan pengguna jasa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh kondisi alam sekalipun.

“Hingga saat ini, layanan penyeberangan masih berlangsung secara normal. Namun, kami tidak lengah. Setiap perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca dipantau secara intensif selama 24 jam penuh,” ujar Partogi, Senin (13/7/2026).

Koordinasi erat terus dilakukan bersama instansi berwenang untuk memastikan setiap kapal yang lepas jangkar memiliki jaminan keamanan penuh.

Setiap keputusan operasional yang diambil di lapangan selalu bersandar pada data aktual dan mitigasi risiko yang matang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memang mencatat rentetan erupsi yang cukup sering dalam dua bulan terakhir. Namun, ASDP meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau hoaks yang sering beredar saat aktivitas gunung meningkat. Ikuti selalu kanal resmi pemerintah dan ASDP untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” tambahnya. (ANTARA)

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga

Load More