- Pria berinisial AS ditangkap kepolisian dalam operasi tangkap tangan di Lampung Timur pada Minggu, 12 Juli 2026.
- Pelaku melakukan pemerasan terhadap ketua kelompok petani proyek irigasi dengan mengancam akan mempublikasikan anggaran pembangunan tersebut.
- AS diringkus polisi saat menerima uang pemerasan dan kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan hukum berlaku.
SuaraLampung.id - Langkah AS (47) untuk meraup untung dengan cara instan harus berakhir di tangan kepolisian. Pria asal Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur ini tak berkutik saat Tim Tekab 308 Polsek Raman Utara menyergapnya dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT), Minggu (12/7/2026) siang.
AS diduga telah menjalankan aksi pemerasan yang meresahkan para pengelola proyek irigasi. Sasarannya para Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang sedang menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di enam desa wilayah setempat.
Modus yang digunakan AS tergolong berani. Ia menekan para korban dengan senjata berupa ancaman publikasi. AS mengklaim akan membongkar Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan saluran irigasi tersier tersebut jika permintaannya tidak dipenuhi.
Tak hanya itu, ia juga menebar teror psikologis dengan mengatakan tidak akan bertanggung jawab jika lokasi proyek para korban diserbu oleh banyak wartawan.
Bukan angka yang kecil, AS diduga meminta upeti sebesar Rp19 juta dari masing-masing Ketua P3-TGAI desa. Merasa terhimpit dan terancam oleh gertakan tersebut, para korban akhirnya sepakat untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
"Pelaku diduga menggunakan ancaman agar para korban memenuhi permintaannya. Namun, Tim Tekab 308 bergerak cepat setelah menerima laporan dan melakukan pengintaian intensif," ujar Kapolsek Raman Utara Iptu Mursidi, Senin (13/7/2026).
Drama penangkapan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat proses penyerahan uang sedang berlangsung, yang dikira AS sebagai uang damai, petugas yang sudah bersiaga langsung muncul dari persembunyian. AS pun diringkus tanpa perlawanan berarti.
Kini, AS harus mendekam di Mapolsek Raman Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti uang tunai dan dokumen terkait aksi pemerasan tersebut.
Atas tindakannya yang mencederai program pembangunan pertanian ini, AS dijerat dengan Pasal 482 jo Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Baca Juga: Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
Berita Terkait
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
-
Jasad ABK KM Arof Ditemukan di Pantai Way Kambas, Nahkoda Masih dalam Dekapan Laut
-
Apes! Niat Kencan via MiChat, Pria di Mesuji Malah Ditodong 2 Remaja Berpisau
-
KM Arof Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Kuala Penet, 2 ABK Hilang
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung
-
Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton
-
Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka
-
Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan