Wakos Reza Gautama
Senin, 13 Juli 2026 | 20:37 WIB
Ilustrasi kecelakaan. Kecelakaan maut melibatkan mobil keluarga dan truk tronton terjadi di Tol Terpeka, Lampung, pada Sabtu (11/7/2026) sore.
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut melibatkan mobil keluarga dan truk tronton terjadi di Tol Terpeka, Lampung, pada Sabtu (11/7/2026) sore.
  • Insiden tersebut menewaskan empat orang, termasuk anggota Polri aktif Raden Muhammad Feriansyah beserta istri, orang tua, dan kerabatnya.
  • Penyelidikan polisi mengungkap kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi mobil yang kehilangan konsentrasi karena mengantuk saat berkendara di tol.

SuaraLampung.id - Perjalanan pulang dari liburan keluarga di Yogyakarta seharusnya menjadi momen penuh tawa dan cerita untuk dibawa pulang ke Lahat, Sumatera Selatan.

Namun, bagi keluarga Raden Muhammad Feriansyah (46), garis takdir berkata lain di bentangan beton Jalan Tol Lampung, Sabtu (11/7/2026) sore.

Di KM 187+600 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Simpang Pematang–Kayu Agung (Terpeka), keceriaan liburan itu seketika sirna.

Mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi BG 1069 IH yang mereka tumpangi hancur berkeping setelah menghantam bagian belakang truk tronton Hino.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini menyisakan duka yang mendalam. Empat nyawa melayang dalam sekejap.

Mereka adalah sang pengemudi, Raden Muhammad Feriansyah; istrinya, Yuniarti Farlina (46); seorang kerabat bernama Intan (28); serta Kopli Anwar (70), orang tua korban.

Raden Muhammad Feriansyah bukan orang sembarangan. Ia adalah anggota Polri aktif yang bertugas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Selatan.

Sang abdi negara itu mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah tubuhnya terjepit badan mobil yang ringsek parah.

"Iya, satu korban adalah anggota Polri aktif. Ia meninggal dunia di lokasi, sementara istri, anak, dan orang tuanya meninggal dunia dalam perjalanan serta saat perawatan di rumah sakit," ungkap Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Gudang Sabu Berkedok Barbershop di Ruko Way Kenanga Tubaba Terbongkar

Di tengah puing-puing kendaraan dan jerit duka, ada satu keajaiban kecil yang menyayat hati. Azikra (17), putri bungsu sekaligus siswi kelas XII SMA Negeri 2 Lahat, menjadi satu-satunya penumpang yang selamat.

Meski harus menjalani perawatan intensif karena luka-luka yang dideritanya, ia kini harus menanggung beban kenyataan pahit bahwa seluruh anggota keluarganya telah tiada.

Penyelidikan polisi mengungkap sebuah fakta klasik namun mematikan di jalan tol. Sore itu, cuaca cerah dan jalanan beton yang lurus seharusnya aman untuk dilalui. Namun, musuh terbesar di balik kemudi, rasa kantuk, diduga kuat menjadi penyebab utama.

"Dugaan sementara, kecelakaan dipicu faktor human error. Pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk sehingga menabrak bagian belakang truk trailer yang berada di jalurnya," jelas AKP Ayu.

Sopir truk Hino, Erwan (36), warga Majalengka, hanya bisa tertegun melihat kondisi Avanza di belakangnya. Ia selamat tanpa luka.

Load More