Wakos Reza Gautama
Senin, 15 Juni 2026 | 09:42 WIB
Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus memastikan proses evakuasi truk tronton pengangkut material pipa bor milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ulubelu yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Leter S, Pekon Talang Jawa, Kecamatan Pulau Panggung, telah selesai dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026) pagi. [Dok Humas Polres Tanggamus]
Baca 10 detik
  • Vicky Humaedi menabrakkan truk tronton ke tebing di Jalan Leter S, Tanggamus, pada Sabtu (13/6/2026) akibat rem blong.
  • Tindakan sopir tersebut berhasil mencegah kecelakaan fatal saat melintasi jalur turunan tajam dan tikungan di Pulau Panggung.
  • Evakuasi bangkai truk membutuhkan waktu 30 jam menggunakan alat berat hingga jalan kembali normal pada Minggu pagi.

SuaraLampung.id - Kegelapan dini hari di ruas Jalan Raya Leter S, Pekon Talang Jawa, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, menjadi situasi hidup dan mati bagi Vicky Humaedi (44).

Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, truk tronton MAN pengangkut pipa bor raksasa yang dikemudikannya kehilangan daya henti. Rem blong di tengah turunan tajam dan tikungan maut Leter S.

Di hadapan kemudi, Vicky dihadapkan pada pilihan sulit antara membiarkan kendaraan meluncur tak terkendali di jalur ekstrem, atau mengambil langkah nekat demi menyelamatkan nyawa.

Sadar bahwa truk bermuatan material milik Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ulubelu itu tak lagi bisa dijinakkan, Vicky memutar kemudi ke kiri dengan tajam.

Dentuman keras memecah kesunyian malam saat hidung truk menghantam tebing jalan. Langkah heroik namun berisiko ini terbukti ampuh. Kendaraan terhenti sebelum menelan korban jiwa atau terperosok ke jurang yang lebih dalam.

"Berdasarkan keterangan sopir, kendaraan mengalami gagal pengereman. Beruntung tidak ada korban jiwa karena sopir sigap mengambil lajur kiri hingga menabrak tebing," ujar Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, Senin (15/6/2026)

Meski nyawa selamat, drama belum berakhir. Tronton bernomor polisi B 9836 UIZ itu tersangkut dalam posisi yang menyulitkan pengguna jalan lain.

Pipa-pipa bor yang berat dan bagian kepala truk yang ringsek menutup sebagian besar badan jalan di tikungan sempit tersebut.

Proses evakuasi bukan perkara mudah. Dibutuhkan waktu hampir 30 jam, alat berat, dan kerja keras tim gabungan untuk menyingkirkan raksasa besi tersebut dari jalur utama.

Baca Juga: Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu

Proses evakuasi dilakukan bertahap. Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB, tim kembali berjibaku di tengah cuaca perbukitan yang dingin.

"Evakuasi membutuhkan waktu lama karena bagian kepala truk dan sisa muatan besi masih terhalang. Kami harus menanganinya secara perlahan menggunakan alat berat," tambah Iptu Suamin.

Setelah melalui malam yang panjang dengan sistem buka-tutup jalan, perjuangan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil.

Pada Minggu (14/6/2026) pukul 06.50 WIB, jalur Leter S resmi dinyatakan bersih dan kembali dapat dilalui secara normal.

Meski jalur telah lancar, Iptu Suamin tak bosan-bosannya memberikan peringatan keras bagi para pengemudi yang melintasi kawasan tersebut. Jalur Leter S Pekon Talang Jawa dikenal memiliki kontur yang menantang dan kerap memakan korban jika kendaraan tidak dalam kondisi prima.

"Pastikan kondisi kendaraan benar-benar laik jalan, terutama sistem pengereman. Di jalur perbukitan dan tikungan tajam seperti ini, kewaspadaan adalah kunci utama keselamatan," tandasnya.

Load More