- Kecelakaan maut melibatkan Toyota Avanza dan truk terjadi di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Minggu malam, 7 Juni 2026.
- Insiden tersebut mengakibatkan tiga penumpang tewas, empat orang luka berat, serta empat lainnya mengalami luka ringan.
- Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab mobil berpindah jalur hingga menabrak truk di depannya.
SuaraLampung.id - Minggu (7/6/2026) malam menjadi penutup akhir pekan yang horor di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Di bawah langit cerah dan aspal rigid yang lurus, maut justru menjemput di KM 102 Jalur B.
Sekitar pukul 23.00 WIB, sebuah Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN yang melaju kencang dari arah Terbanggi Besar mendadak berpindah haluan.
Dari lajur cepat, kendaraan yang dikemudikan Doni Febriano (51) itu merangsek ke lajur lambat. Nahas, di depannya sebuah truk Toyota Colt Diesel tengah melaju.
Hantaman tak terelakkan. Avanza tersebut ringsek tak berbentuk, terpelanting, hingga akhirnya terbalik di tengah jalan.
Di balik badan mobil yang hancur, tersimpan duka mendalam bagi warga Jalan Nusantara, Gang Murni, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Tiga orang penumpang dinyatakan tewas yakni Surminadi (43), Joko Widodo (27), dan Parjo (41).
Selain korban jiwa, empat penumpang lainnya menderita luka berat, sementara empat lainnya luka ringan. Total 11 orang dalam mobil tersebut menjadi saksi bisu betapa cepatnya maut bekerja di jalan bebas hambatan.
Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti mengapa mobil tersebut tiba-tiba berpindah lajur dan menghantam bagian belakang truk.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa kondisi jalan sebenarnya sangat mendukung keamanan berkendara.
"Jalan lurus, permukaan cor rigid, cuaca cerah, dan tidak ditemukan kerusakan jalan. Namun, justru di kondisi seperti ini konsentrasi menjadi kunci," ujar Kombes Yuni, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Penantian 4 Hari Berakhir Duka: Tubuh Kecil Kenji Ditemukan 1,5 KM dari Arus Way Pisang
Petugas Satlantas Polres Lampung Selatan telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Namun, penyelidikan ini tak akan mampu mengembalikan nyawa yang telah hilang.
"Keselamatan adalah kebutuhan bersama dan tidak boleh menunggu adanya operasi kepolisian. Kami berharap masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan," tegas Yuni.
Berita Terkait
-
Penantian 4 Hari Berakhir Duka: Tubuh Kecil Kenji Ditemukan 1,5 KM dari Arus Way Pisang
-
Hati-hati! Muncul Link Palsu CPNS 2026, Pemkab Lamsel: Jangan Klik Itu Jebakan Phishing
-
Petaka di Sungai Way Pisang: Saat Arus Mendadak Datang dan Membawa Pergi Kenji Kecil
-
Gandeng Investor Eropa, Lampung Bakal Bangun Kilang Minyak Raksasa di Katibung
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter
-
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Pesisir Barat
-
Menyingkap Misteri Getaran Ulubelu: PGE Gandeng Unila Teliti Gempa Mikro yang Sering Terjadi
-
Maling Receh Berujung Jeruji: MT Jual Sound System Sekolah Seharga Seratus Ribuan
-
Terseret Arus Hingga 28 Mil, Nahkoda Kapal Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumsel