Wakos Reza Gautama
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:39 WIB
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 102 Jalur B wilayah hukum Polres Lampung Selatan, Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN dan truk Toyota Colt Diesel bernomor polisi D 8390 XJ. [Dok Humas Polda Lampung]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut melibatkan Toyota Avanza dan truk terjadi di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Minggu malam, 7 Juni 2026.
  • Insiden tersebut mengakibatkan tiga penumpang tewas, empat orang luka berat, serta empat lainnya mengalami luka ringan.
  • Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab mobil berpindah jalur hingga menabrak truk di depannya.

SuaraLampung.id - Minggu (7/6/2026) malam menjadi penutup akhir pekan yang horor di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Di bawah langit cerah dan aspal rigid yang lurus, maut justru menjemput di KM 102 Jalur B.

Sekitar pukul 23.00 WIB, sebuah Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN yang melaju kencang dari arah Terbanggi Besar mendadak berpindah haluan.

Dari lajur cepat, kendaraan yang dikemudikan Doni Febriano (51) itu merangsek ke lajur lambat. Nahas, di depannya sebuah truk Toyota Colt Diesel tengah melaju.

Hantaman tak terelakkan. Avanza tersebut ringsek tak berbentuk, terpelanting, hingga akhirnya terbalik di tengah jalan.

Di balik badan mobil yang hancur, tersimpan duka mendalam bagi warga Jalan Nusantara, Gang Murni, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Tiga orang penumpang dinyatakan tewas yakni Surminadi (43), Joko Widodo (27), dan Parjo (41).

Selain korban jiwa, empat penumpang lainnya menderita luka berat, sementara empat lainnya luka ringan. Total 11 orang dalam mobil tersebut menjadi saksi bisu betapa cepatnya maut bekerja di jalan bebas hambatan.

Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti mengapa mobil tersebut tiba-tiba berpindah lajur dan menghantam bagian belakang truk.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa kondisi jalan sebenarnya sangat mendukung keamanan berkendara.

"Jalan lurus, permukaan cor rigid, cuaca cerah, dan tidak ditemukan kerusakan jalan. Namun, justru di kondisi seperti ini konsentrasi menjadi kunci," ujar Kombes Yuni, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Penantian 4 Hari Berakhir Duka: Tubuh Kecil Kenji Ditemukan 1,5 KM dari Arus Way Pisang

Petugas Satlantas Polres Lampung Selatan telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Namun, penyelidikan ini tak akan mampu mengembalikan nyawa yang telah hilang.

"Keselamatan adalah kebutuhan bersama dan tidak boleh menunggu adanya operasi kepolisian. Kami berharap masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan," tegas Yuni.

Load More