- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengusulkan daerahnya menjadi pusat hilirisasi komoditas pangan nasional dalam pertemuan bersama Menteri Bappenas pada Jumat, 24 Juli 2026.
- Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan kawasan Tegineneng sebagai model percontohan nasional untuk pengembangan dan industrialisasi ubi kayu guna memberikan nilai tambah.
- Langkah strategis ini bertujuan menghentikan penjualan bahan mentah serta mendongkrak valuasi ekonomi dari komoditas unggulan seperti padi, singkong, dan pisang.
SuaraLampung.id - Selama puluhan tahun, Provinsi Lampung dikenal sebagai tanah surga bagi komoditas pertanian. Mulai dari kopi yang aromanya mendunia hingga singkong yang melimpah ruah.
Namun, ada satu ironi. Komoditas tersebut selama ini terbang keluar Lampung dalam bentuk bahan mentah, tanpa nilai tambah yang signifikan bagi warga lokal.
Kini, angin perubahan mulai berhembus. Dalam pertemuan strategis dengan Menteri Bappenas, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang akrab disapa Mirza ini membawa visi besar untuk menyinkronkan denyut nadi pembangunan Lampung dengan rencana besar nasional.
Hasilnya? Lampung resmi diusulkan menjadi daerah pusat hilirisasi komoditas pangan nasional.
"Fokus pemerintah pusat ke depan adalah menjadikan Lampung sebagai pusat hilirisasi. Sebab, komoditas kita sangat beragam," ujar Rahmat Mirzani Djausal, Jumat (24/7/2026).
Visi hilirisasi ini sederhana yakni jangan ada lagi kopi, padi, kakao, hingga jagung yang meninggalkan pelabuhan Lampung tanpa disentuh proses industri. Mirza ingin Lampung tidak hanya punya kebun, tapi juga punya pabrik dan teknologi pengolahan.
"Kita memastikan komoditas asal Lampung tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. Usulan pengembangannya sudah masuk radar Bappenas dan akan tersebar di berbagai daerah di Lampung," tegasnya.
Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengungkapkan bahwa komoditas utama dalam peta jalan hilirisasi ini adalah ubi kayu atau singkong. Menariknya, Lampung ditunjuk menjadi model percontohan hilirisasi singkong tingkat nasional.
"Lampung akan menjadi model pengembangan ubi kayu di Indonesia. Lokasinya sudah kita siapkan, salah satunya di Tegineneng. Ini akan membantu komoditas daerah kita memiliki nilai tambah berkali-kali lipat," jelas Marindo.
Baca Juga: Petaka Kencan MiChat: Niat Antar Gadis Pulang, Pemuda di Lampung Utara Malah Ditodong Senpi
Potensi yang dibicarakan Mirza bukan sekadar angka di atas kertas. Berdasarkan data terbaru, Lampung adalah raksasa yang selama ini menyokong kebutuhan Indonesia.
Produksi padi mencapai 3,2 juta ton dengan nilai ekonomi menembus Rp25,48 triliun. Lalu produksi ubi kayu 7,5 juta ton dengan nilai Rp10,16 triliun.
Ada juga produksi pisang 2 juta ton yang valuasinya mencapai angka fantastis Rp30,02 triliun serta jagung dan nanas menyumbang lebih dari Rp13 triliun bagi perekonomian.
Dengan status baru sebagai pusat hilirisasi, angka-angka ekonomi tersebut diprediksi akan melonjak tajam. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Petaka Kencan MiChat: Niat Antar Gadis Pulang, Pemuda di Lampung Utara Malah Ditodong Senpi
-
Kedok Tukang Rongsok Terbongkar! Incar Rumah Sepi, Dua Spesialis Congkel Pintu Diringkus Polisi
-
Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir
-
Teka-teki Kematian Dokter Magang di Metro: IDI Lampung Ungkap Fakta Mengejutkan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung