Wakos Reza Gautama
Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:53 WIB
Personel Polres Lampung Barat bersama Polsek jajaran bergerak cepat mendatangi lokasi dan membantu proses pemadaman musibah kebakaran yang menghanguskan lima unit rumah warga di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (29/10/2026) dini hari. [Dok Humas Polres Lampung Barat]
Baca 10 detik
  • Lima rumah warga di Lampung Barat hangus terbakar akibat korsleting mobil pada Kamis dini hari, (29/10/2026).
  • Tim gabungan bersama warga berhasil memadamkan api setelah berjibaku selama tiga setengah jam tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Polisi telah mengamankan tempat kejadian perkara dan mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik kendaraan serta rumah.

SuaraLampung.id - Keheningan dini hari di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, mendadak pecah menjadi kepanikan hebat.

Warga yang tengah terlelap dikejutkan oleh kobaran api raksasa yang melalap habis lima unit rumah tinggal sekaligus pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Petaka bermula dari sebuah mobil minibus yang terparkir di dekat kediaman warga. Api yang diduga dipicu oleh korsleting instalasi listrik mobil tersebut meledak cepat, menyambar bagian depan rumah di dekatnya, lalu menjalar liar ke empat bangunan rumah lain yang berdiri berdampingan.

Mendapati laporan kobaran api yang membubung tinggi, tim gabungan dari jajaran personel Polres Lampung Barat, Polsek setempat, anggota TNI, dinas pemadam kebakaran, serta ratusan warga sekitar bahu-membahu menembus pekatnya malam untuk memadamkan si jago merah.

Kondisi permukiman dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit ditaklukkan. Setelah berjibaku tanpa henti selama lebih dari 3,5 jam, amukan api akhirnya berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 04.30 WIB menjelang subuh.

Beruntung, kesigapan warga menyelamatkan diri mencegah timbulnya korban jiwa. Namun, lima keluarga kini harus kehilangan tempat berteduh dengan taksiran kerugian materiil mencapai miliaran rupiah.

Usai api padam sepenuhnya, aparat kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi (police line), mendata para korban, serta memeriksa sejumlah saksi kunci.

Kabag Ops Polres Lampung Barat Kompol Mulyadi Yakub, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang melanda warganya dan memastikan kepolisian akan mendampingi para korban di lapangan.

"Personel gabungan langsung kami kerahkan begitu laporan masuk demi mencegah api merembet lebih luas. TKP sudah dipasangi garis polisi untuk kepentingan investigasi forensik lebih lanjut," tegas Kompol Mulyadi, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan

Berkaca dari insiden ini, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih disiplin memeriksa kondisi kendaraan dan jalur kabel rumah.

"Kami mengimbau warga agar rutin mengecek kelaikan instalasi listrik rumah maupun kendaraan yang diparkir. Kelalaian kecil pada sistem kelistrikan terbukti dapat memicu musibah fatal seperti ini," imbuh Kabag Ops.

Saat ini, kondisi di lokasi musibah telah terkendali. Aparat kepolisian bersama pemerintah pekon dan instansi terkait tengah memusatkan penanganan pada pendataan kerugian serta penyiapan bantuan darurat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Load More