- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung mengklarifikasi bahwa video kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas tidak membahayakan gajah binaan.
- Kepala Pelaksana BPBD Aswarodi menyatakan titik api berjarak empat belas kilometer dari Kandang Gajah pada Senin, 26 Oktober 2026.
- Petugas gabungan memperketat patroli darurat di perbatasan TNWK dan perkebunan swasta guna mencegah perluasan api.
SuaraLampung.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung meluruskan simpang siur kabar terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Menyusul beredarnya video kobaran api yang memicu kekhawatiran publik, BPBD menegaskan titik api bukan berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) atau Kandang Gajah.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, memastikan habitat gajah binaan tersebut berada dalam radius yang relatif aman dari amukan api.
"Semalam kami sudah konfirmasi dan meminta Balai TNWK mengukur langsung jaraknya. Hasilnya, titik kebakaran berada 14 kilometer dari Kandang Gajah. Jaraknya cukup jauh," tegas Aswarodi di Bandar Lampung, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan, titik api yang terekam dalam video viral tersebut merupakan klaster baru dan bukan lokasi karhutla yang saat ini sedang dipadamkan oleh Satgas Darat maupun Udara.
Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, bara api justru berkobar di wilayah perbatasan antara TNWK dengan areal perkebunan PT GGP PG4.
Tepatnya mencakup kawasan Rawaharjo, Sedeng Kerep, dan Kunguan Resort Susukan Baru, Seksi Pengelolaan TN Wilayah 1 Way Kanan, Desa Rantau Jaya Udik 2, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.
"Masyarakat diimbau tidak panik. Meski masih berada di dalam lanskap TNWK, lokasinya di perbatasan PT GGP PG4, jauh terpisah dari pusat aktivitas gajah," imbuhnya.
Guna mencegah api merembet lebih luas ke jantung konservasi, BPBD bersama Balai TNWK kini memperketat langkah mitigasi darurat dan patroli terpadu untuk melokalisir kepulan asap di kawasan perbatasan tersebut. (ANTARA)
Baca Juga: Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
Berita Terkait
-
Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
-
Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung
-
Asap Tebal Kepung Tol Bakter KM 132 hingga Picu Kecelakaan, Pengelola Buka Suar
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah
-
Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika
-
Sempat Buron Setahun, Pengeroyok Panitia Futsal Kampus UM Metro Akhirnya Diciduk
-
Kejar-kejaran Dramatis Berujung Patah Tulang! Pelarian Residivis Maling Gadget di Pringsewu Berakhir