Wakos Reza Gautama
Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:40 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi menyatakan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbaru di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bukan Kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) atau Kandang Gajah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung mengklarifikasi bahwa video kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas tidak membahayakan gajah binaan.
  • Kepala Pelaksana BPBD Aswarodi menyatakan titik api berjarak empat belas kilometer dari Kandang Gajah pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Petugas gabungan memperketat patroli darurat di perbatasan TNWK dan perkebunan swasta guna mencegah perluasan api.

SuaraLampung.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung meluruskan simpang siur kabar terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Menyusul beredarnya video kobaran api yang memicu kekhawatiran publik, BPBD menegaskan titik api bukan berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) atau Kandang Gajah.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, memastikan habitat gajah binaan tersebut berada dalam radius yang relatif aman dari amukan api.

"Semalam kami sudah konfirmasi dan meminta Balai TNWK mengukur langsung jaraknya. Hasilnya, titik kebakaran berada 14 kilometer dari Kandang Gajah. Jaraknya cukup jauh," tegas Aswarodi di Bandar Lampung, Senin (26/10/2026).

Ia menambahkan, titik api yang terekam dalam video viral tersebut merupakan klaster baru dan bukan lokasi karhutla yang saat ini sedang dipadamkan oleh Satgas Darat maupun Udara.

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, bara api justru berkobar di wilayah perbatasan antara TNWK dengan areal perkebunan PT GGP PG4.

Tepatnya mencakup kawasan Rawaharjo, Sedeng Kerep, dan Kunguan Resort Susukan Baru, Seksi Pengelolaan TN Wilayah 1 Way Kanan, Desa Rantau Jaya Udik 2, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.

"Masyarakat diimbau tidak panik. Meski masih berada di dalam lanskap TNWK, lokasinya di perbatasan PT GGP PG4, jauh terpisah dari pusat aktivitas gajah," imbuhnya.

Guna mencegah api merembet lebih luas ke jantung konservasi, BPBD bersama Balai TNWK kini memperketat langkah mitigasi darurat dan patroli terpadu untuk melokalisir kepulan asap di kawasan perbatasan tersebut. (ANTARA)

Baca Juga: Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Load More