Wakos Reza Gautama
Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:58 WIB
Pengelola Jalan Tol Bakakuheni-Terbanggi Besar (Bakter) PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) memastikan penanganan maksimal terkait masuknya asap akibat kebakaran lahan di luar area jalan tol yang berdampak pada keselamatan berkendara di KM 132+000. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kebakaran lahan luar area konsesi memicu asap pekat di Tol Bakter KM 132 pada Minggu (18/10/2026).
  • Jarak pandang terbatas akibat asap pekat tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan melukai dua orang penumpang.
  • PT BTB mengerahkan operasi pemadaman lintas instansi serta memberlakukan rekayasa lalu lintas buka-tutup jalur.

SuaraLampung.id - Kepulan asap pekat akibat kebakaran lahan di luar area konsesi menerobos masuk ke Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 132+000 hingga KM 132+600.

Insiden jarak pandang terbatas ini memicu kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang penumpang luka-luka di Jalur B.

Merespons situasi darurat tersebut, pengelola tol, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB), langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas ketat dan mengerahkan operasi pemadaman skala besar lintas instansi.

Direktur PT BTB, Charles Giroth, membenarkan adanya insiden kecelakaan tersebut dan menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban terdampak.

"Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami mendoakan para korban agar lekas pulih dan berterima kasih atas kesabaran para pengguna jalan selama proses pengamanan berlangsung," ujar Charles, Selasa (20/10/2026).

Charles merinci, kepulan asap pertama kali terpantau merangsek ke badan jalan tol pada Minggu (18/10/2026) siang sekitar pukul 11.53 WIB akibat tiupan angin kencang dari lahan di luar Right of Way (ROW). Berselang 13 menit kemudian, petugas gabungan langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi.

"Petugas Layanan Jalan Tol, PJR Polda Lampung, hingga BKO Lanal Lampung segera memasang rambu dan rubber cone untuk memaksa kendaraan memperlambat laju, baik di Jalur A maupun Jalur B," jelasnya.

Imbas pekatnya kabut asap, petugas terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas hingga malam hari sekitar pukul 20.31 WIB, sebelum dilanjutkan dengan rekayasa penyempitan jalur.

Tak tanggung-tanggung, operasi pemadaman di area penyangga tol tersebut mengerahkan sedikitnya tujuh unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter (total 35.000 liter air).

Baca Juga: Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku

Operasi gabungan ini melibatkan pemadam kebakaran dari Damkar dan BPBD Lampung Tengah, TNI AU Lanud Bun Yamin, Brimob Kompi 1 Yon B, hingga bantuan sektor swasta dari PT Gunung Madu Plantations (GMP).

Hingga kini, edukasi dan imbauan kewaspadaan berkendara terus dipancarkan melalui papan informasi elektronik (Variable Message Sign/VMS) serta pengeras suara di gerbang tol dan rest area.

Pihak pengelola memastikan jalur tol Bakter saat ini terus dipantau intensif agar aman dilintasi pengendara. (ANTARA)

Load More