Wakos Reza Gautama
Senin, 19 Oktober 2026 | 13:56 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyiagakan 350 petugas satgas darat untuk mengatasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan operasi pemadaman terpadu untuk menumpas karhutla meluas pada Senin (19/10/2026).
  • Sebanyak 350 personel gabungan darat dikerahkan karena lebatnya kanopi pohon TNWK menghalangi air pengeboman udara.
  • Petugas berhasil mengisolasi dan memadamkan kebakaran lahan di dekat Jalan Tol Trans Sumatera tanpa sisa.

SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung melancarkan operasi pemadaman terpadu skala besar untuk menumpas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di sejumlah wilayah strategis.

Sebanyak 350 personel gabungan satgas darat disiagakan penuh, diintegrasikan dengan manuver helikopter pengebom air (water bombing) dan pesawat modifikasi cuaca.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menegaskan bahwa ratusan personel darat tersebut disebar ke titik-titik krusial.

Pasukan gabungan ini terdiri dari prajurit Kodam, Kodim, batalion TNI, personel BPBD Lampung Timur, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Langkah agresif lewat jalur darat terpaksa diperkuat menyusul kendala teknis yang dihadapi armada udara saat menggempur kobaran api di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Aswarodi membeberkan, lebatnya kanopi dan rimbunnya vegetasi pohon-pohon purba di Way Kambas membuat guyuran ribuan liter air dari helikopter water bombing terpecah di udara.

Akibatnya, air hanya menyentuh dasar lahan gambut dalam bentuk percikan kecil yang tak sanggup mematikan bara api di bawah tanah.

“Operasi udara sangat bergantung pada kondisi alam. Rapatnya tajuk pohon tinggi di TNWK menghalangi kucuran air masuk ke lantai hutan. Itulah mengapa kolaborasi dengan 350 personel satgas darat mutlak diperlukan untuk menyisir dan mengeksekusi titik api secara langsung dari bawah,” ujar Aswarodi, Senin (19/10/2026).

Hingga saat ini, armada udara tercatat telah menuntaskan tiga sorti penerbangan di atas langit Lampung. Di samping operasi water bombing, tim siaga juga terus memantau pertumbuhan awan konvektif untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan, terutama di kawasan langit Lampung Timur.

Baca Juga: Pakai Uang Istri untuk Selingkuh, Suami di Bandar Lampung Bikin Sandiwara Kena Todong Senpi

Selain medan berat TNWK, sebaran titik api juga sempat terpantau mengancam wilayah Kabupaten Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, hingga Tulang Bawang Barat.

Beruntung, kebakaran lahan yang sempat mendekati jalur vital Jalan Tol Trans Sumatera di perbatasan Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang berhasil diisolasi dan dipadamkan total tanpa sisa asap pada Sabtu pagi.

Penanganan cepat di area tol tersebut melibatkan kerja keroyokan BPBD lintas kabupaten, Damkar, Brimob, dan pihak swasta. Pemprov Lampung memastikan tidak akan mengendurkan kewaspadaan. (ANTARA)

Load More