- BNPB bersama pemda dan instansi memperkuat pemadaman karhutla di TNWK Lampung Timur pada Oktober 2026.
- Pemerintah mengerahkan 360 personel gabungan, helikopter water bombing, penyiraman darat, serta Operasi Modifikasi Cuaca.
- Petugas menghadapi kendala lahan bergambut, angin kencang, dan keterbatasan sumber air yang menyulitkan akses pemadaman.
SuaraLampung.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih menjadi perhatian pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi memperkuat operasi pemadaman melalui pengerahan personel, penyiraman udara menggunakan helikopter, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penanganan diperkuat karena kebakaran di kawasan konservasi tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi lahan bergambut, angin kencang, hingga keterbatasan akses menuju sumber air. Situasi ini membuat pemadaman harus dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan petugas.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya telah meninjau langsung penanganan karhutla di TNWK bersama sejumlah pemangku kepentingan pada Minggu (25/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pemadaman berjalan cepat, terarah, dan efektif. "Penanganan karhutla harus dilaksanakan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel, kecepatan respons, dan ketepatan penentuan lokasi prioritas," kata Kristomei, dikutip dari ANTARA, Minggu.
Lahan Bergambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla di TNWK. Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya menyebut kebakaran di bagian utara kawasan menghadapi kendala berupa karakteristik lahan bergambut, kecepatan angin yang tinggi, dan jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut menyulitkan petugas menjangkau titik api dan memperluas area pemadaman. Karena itu, penanganan dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara.
Dalam laporan perkembangan penanganan hingga 18 Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mencatat akumulasi luas area yang ditangani melalui jalur darat dan udara mencapai sekitar 315 hektare. Pada pemantauan menggunakan drone pada 18 Oktober, area yang masih terindikasi terbakar atau berasap diperkirakan sekitar 30 hektare.
Angka tersebut merupakan data pada periode pemantauan tersebut, bukan angka luas kebakaran terkini per 25 Oktober. Pembaruan kondisi lapangan masih diperlukan untuk mengetahui perkembangan luas area yang berhasil dipadamkan dan titik api yang tersisa.
Baca Juga: 24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap
Sekitar 360 Personel Gabungan Dikerahkan
Untuk mempercepat penanganan, sekitar 360 personel gabungan dikerahkan dalam operasi karhutla di TNWK. Mereka berasal dari unsur TNI, BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, Balai TNWK, dan instansi terkait lainnya.
Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya menyebut sekitar 330 personel di antaranya berasal dari TNI. Operasi darat dilakukan dengan mengerahkan personel, pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik kebakaran. Sementara itu, pemadaman dari udara didukung helikopter untuk melakukan water bombing atau pengeboman air.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan dukungan BNPB dalam beberapa pekan terakhir mencakup bantuan logistik, helikopter untuk pemadaman udara, dan peralatan berupa pipa panjang.
Menurutnya, progres pemadaman pada saat peninjauan mencapai sekitar lima hektare area per hari.
Meski demikian, capaian tersebut perlu dibaca sesuai periode dan lokasi penanganannya. Luas area yang berhasil dipadamkan per hari tidak otomatis sama dengan penurunan total luas kebakaran karena kondisi api dan titik kebakaran dapat berubah.
Berita Terkait
-
24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap
-
Titik Api Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gempur Karhutla Lewat Operasi Udara dan Pasukan Darat
-
Kebakaran Lahan Pecah di Dua Titik Strategis Lampung, Gubernur Rilis Instruksi Tegas
-
Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo
-
Karhutla Mengamuk di Way Kambas hingga Dekati Kandang Gajah, Bagaimana Nasib Satwa Langka Ini?
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika
-
Sempat Buron Setahun, Pengeroyok Panitia Futsal Kampus UM Metro Akhirnya Diciduk
-
Kejar-kejaran Dramatis Berujung Patah Tulang! Pelarian Residivis Maling Gadget di Pringsewu Berakhir
-
Numpang Tidur Seminggu, Cucu di Tulang Bawang Malah Embat Motor dan HP Kakek Sendiri
-
Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah