- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengonfirmasi Presiden RI Prabowo Subianto akan meresmikan tanggul dan pagar gajah sepanjang 138 kilometer di TNWK pada akhir Oktober 2026.
- Infrastruktur Bantuan Presiden tersebut berhasil menghentikan konflik manusia dan gajah liar sehingga lahan pertanian warga di desa penyangga kini aman dari kerusakan.
- Menara pemantau mitigasi konflik di kawasan tersebut mendadak viral dan dikembangkan warga serta wisatawan luar daerah menjadi destinasi wisata baru.
SuaraLampung.id - Konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang telah berlangsung selama puluhan tahun akhirnya menemui titik terang.
Pembatas raksasa berupa tanggul dan pagar gajah sepanjang 138 kilometer kini berdiri kokoh dan dijadwalkan bakal diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada akhir Oktober mendatang.
Kepastian agenda peresmian proyek strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
"Iya, jadi informasinya (peresmian) akhir bulan," ujar Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Selasa (13/10/2026).
Infrastruktur penahan satwa liar ini merupakan realisasi dari program Bantuan Presiden (Banpres) era Prabowo Subianto.
Tujuannya untuk memutus rantai konflik ruang hidup antara gajah sumatera dan masyarakat di desa-desa penyangga hutan lindung yang selama ini kerap menelan kerugian materiil hingga korban jiwa.
Bagi warga lokal, kehadiran tanggul bukan sekadar proyek fisik, melainkan jaminan rasa aman. Di Desa Braja Luhur, salah satu kawasan yang paling rentan diterobos satwa bertubuh tambun tersebut, masyarakat kini bisa bernapas lega.
"Tinggi dan kemiringan tanggulnya sangat presisi sesuai yang kami harapkan. Ini efektif mencegah gajah melintas ke area pertanian," ungkap Kepala Desa Braja Luhur, Supratikno.
Hal senada dirasakan warga Desa Braja Kencana. Dari target 3 kilometer pagar di desa tersebut, sepanjang 1 kilometer telah rampung terpasang sempurna. Efeknya, lahan tani warga kini steril dari serbuan kawanan gajah.
Baca Juga: Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas
"Dampaknya sangat positif. Di desa kami, sekarang sudah tidak ada lagi gajah yang masuk merusak lahan pertanian warga," tutur Kepala Desa Braja Kencana, Heru Setiawan.
Menariknya, proteksi ini tak hanya menyelamatkan mata pencaharian petani, tetapi juga memantik peluang ekonomi baru.
Pemerintah turut melengkapi infrastruktur ini dengan menara pemantau (view deck). Fasilitas yang semula dirancang untuk mitigasi konflik itu kini mendadak viral dan menjelma menjadi destinasi wisata dadakan.
Warga dan wisatawan luar daerah mulai berdatangan ke menara tersebut hanya untuk menyaksikan eksotisme gajah liar dari kejauhan tanpa rasa waswas.
"Pagar gajah, tanggul, dan menara pengawas ini kini menjadi peluang wisata desa yang akan terus kami kembangkan. Kawasan di sekitar view deck sekarang selalu ramai dikunjungi warga," pungkas Heru. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo
-
Bikin Macet, PKL Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pisang Ditertibkan Pemkot Bandar Lampung
-
Perluas Akses Keuangan Masyarakat, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Andalan BRI
-
Akal Bulus Karyawan di Balam: Catut Nama Toko Buat Nota Fiktif, Gelapkan 600 Galon Perusahaan
-
Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code