Wakos Reza Gautama
Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:25 WIB
Personel Polsek Sumberejo, Polres Tanggamus, melakukan pengecekan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat dampak gempa di Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Rabu (28/10/2026) malam. [Dok Humas Polres Tanggamus]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Tanggamus di Lampung diguncang gempa kembar dangkal serta dua puluh gempa susulan pada Rabu (28/10/2026) sore.
  • Guncangan darat berskala MMI II hingga III tersebut memicu kepanikan warga dan merusak genteng rumah di Kecamatan Sumberejo.
  • Polisi memastikan tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai tiga ratus ribu rupiah.

SuaraLampung.id - Aktivitas sesar aktif di perut bumi Tanggamus kembali memicu kecemasan. Wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, diguncang gempa kembar berkekuatan dangkal hanya dalam selang waktu satu menit pada Rabu (28/10/2026) sore, sebelum disusul rentetan sedikitnya 20 kali gempa susulan.

Getaran beruntun ini memicu kepanikan warga di sejumlah kecamatan dan menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga di Kecamatan Sumberejo.

Berdasarkan rekaman seismik, guncangan pertama terjadi pada pukul 15.22 WIB dengan magnitudo 3,9. Titik episenter berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 4 kilometer.

Tepat 60 detik berselang, pukul 15.23 WIB, gempa kedua menyusul dengan magnitudo yang lebih kuat, yakni 4,1, pada kedalaman 5 kilometer di lokasi yang berdekatan (6 kilometer barat laut Tanggamus).

Akibat pusat gempa yang berada di darat dan sangat dekat dengan permukaan, getarannya dirasakan nyata oleh masyarakat luas:

  • Skala III MMI di Kotaagung: Guncangan dirasakan nyata di dalam rumah, layaknya ada truk bermuatan berat yang melintas di depan pintu.
  • Skala II MMI: Dirasakan di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, hingga Kotaagung Timur, ditandai dengan benda-benda gantung yang bergoyang pelan.

Rentetan tak berhenti di situ. Hingga pukul 16.14 WIB atau kurang dari satu jam pascagempa utama, BMKG mencatat setidaknya ada 20 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) yang terus menggetarkan kawasan tersebut.

Merespons potensi bahaya, personel Polsek Sumberejo langsung diterjunkan menyisir wilayah rawan pada Rabu malam sekitar pukul 21.24 WIB.

Dipimpin Kanit Propam Aiptu Tuwuh Susongko bersama Bhabinkamtibmas, petugas mendatangi rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan di Pekon Argopeni.

Salah satu dampak kerusakan menimpa kediaman Harmiyah di RT 03/RW 03 Pekon Argopeni. Guncangan gempa dangkal tersebut merontokkan genteng kerpus atap rumahnya sepanjang 1,5 meter.

Baca Juga: Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah

Kapolsek Sumberejo AKP Zulkarnain memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp300 ribu.

"Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Dari pengecekan langsung di lapangan, alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, kami meminta masyarakat tidak lengah mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi," imbau AKP Zulkarnain, Kamis (29/10/2026).

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk segera memeriksa struktur dinding dan atap rumah masing-masing. Jika ditemukan retakan struktural yang membahayakan, warga disarankan mengungsi sementara ke tempat aman dan segera melapor kepada aparat pekon setempat.

Load More