Wakos Reza Gautama
Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi keracunan massal usai santap menu BMG. Sebanyak 48 siswa SDN 3 Kedaloman dan seorang balita mengalami keracunan massal akibat paket Program Makan Bergizi Gratis di Tanggamus pada Senin, 26 Oktober 2026.
Baca 10 detik
  • Sebanyak 48 siswa SDN 3 Kedaloman dan seorang balita mengalami keracunan massal akibat paket Program Makan Bergizi Gratis di Tanggamus pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Para korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif di Puskesmas Kedaloman, Puskesmas Talang Padang, dan posko bidan desa.
  • Dinas Kesehatan Tanggamus saat ini sedang menguji sampel sisa makanan di laboratorium guna menyelidiki penyebab pasti keracunan tersebut.

SuaraLampung.id - Kasus dugaan keracunan massal yang bersumber dari paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

Sebelumnya, program uji coba makanan tersebut sempat memicu kepanikan warga setelah total 48 siswa SDN 3 Kedaloman dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat mengalami gejala mual dan muntah hebat.

Selain puluhan pelajar sekolah dasar, seorang pasien berstatus balita turut dilarikan ke Puskesmas Talang Padang. Kondisi balita tersebut kini dilaporkan berangsur stabil, kendati tim medis masih melakukan observasi intensif.

Kondisi pasien balita yang dirawat di Puskesmas Talang Padang secara umum mulai membaik, meski saat ini masih mengeluhkan nyeri pada bagian perut.

Insiden keracunan ini terkuak sejak Senin (26/10/2026) malam. Keluhan mual dan muntah massal mulai dilaporkan wali murid secara beruntun. Hingga pukul 21.15 WIB kemarin malam, grafik korban melonjak dari 43 anak hingga menyentuh angka 48 siswa.

Para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan pertolongan pertama di tiga titik medis terdekat, yakni Puskesmas Kedaloman, Puskesmas Talang Padang, serta posko bidan desa setempat.

Menyikapi insiden yang menimpa puluhan anak ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus menegaskan prioritas utama saat ini adalah pemulihan menyeluruh para korban serta penelusuran epidemiologi.

Pihak dinas bersama instansi terkait kini tengah menguji sampel sisa makanan di laboratorium guna memastikan bakteri atau zat berbahaya yang memicu keluhan massal tersebut.

Insiden ini sekaligus menjadi catatan merah dan bahan evaluasi ketat terkait standar higienitas serta keamanan pangan (food safety) dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis di daerah.

Baca Juga: 2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit

Diskes Tanggamus mengimbau para orang tua tetap tenang dan tidak terhasut spekulasi liar sebelum uji laboratorium resmi diumumkan. Namun, warga diminta tetap waspada.

"Jika anak menunjukkan gejala susulan seperti mual, muntah berulang, kram perut, atau diare, segera bawa ke puskesmas terdekat atau hubungi bidan desa untuk penanganan medis cepat," demikian imbauan otoritas kesehatan.

Load More