Wakos Reza Gautama
Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Ilustrasi MBG. Pemerintah pusat menyalurkan dana APBN sebesar Rp13,03 triliun ke Provinsi Lampung untuk mendanai berbagai program prioritas nasional. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah pusat menyalurkan dana APBN sebesar Rp13,03 triliun ke Provinsi Lampung untuk mendanai berbagai program prioritas nasional.
  • Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional menyedot alokasi dana terbesar yang menembus angka Rp7,02 triliun.
  • Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung Purwanto menyatakan dana tersebut disalurkan untuk mempercepat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

SuaraLampung.id - Pemerintah Pusat mengucurkan dana fantastis senilai Rp13,03 triliun ke Provinsi Lampung untuk mendanai berbagai program prioritas nasional.

Dari total suntikan dana pusat tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyedot alokasi paling dominan, menembus angka lebih dari Rp7 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung, Purwanto, mengungkapkan bahwa seluruh dana tersebut disalurkan langsung oleh kementerian dan lembaga pusat demi percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Lampung.

"Semua program prioritas yang masuk ke Lampung dari pusat melalui dana APBN totalnya mencapai Rp13,03 triliun," terang Purwanto, Selasa (20/10/2026).

Dari total kue anggaran tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat penyerapan terbesar, yakni senilai Rp7,02 triliun khusus untuk merealisasikan Program Makan Bergizi Gratis.

Selain program pangan, APBN juga digelontorkan secara masif sebagai bantalan sosial dan pengentasan kemiskinan. Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp875,82 miliar, Program Kartu Sembako/BPNT senilai Rp1,16 triliun, serta Bantuan Sosial Tunai (Pos-BST) sebesar Rp13,73 miliar.

Di sektor pendidikan dan infrastruktur dasar, sinergi Kementerian PU, Kemendikdasmen, dan Kemenag mengalokasikan:

  • Rp32,39 miliar untuk renovasi dan revitalisasi sekolah.
  • Rp280,96 miliar untuk pendirian program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, disertai pembiayaan beasiswa (PIP dan KIP Kuliah) bagi 1.006 anak dari keluarga prasejahtera.
  • Rp369,14 miliar untuk preservasi jalan serta jembatan.
  • Rp53,13 miliar guna pemeliharaan jaringan irigasi dan bendungan.

Tak hanya itu, penguatan ekonomi akar rumput turut digenjot melalui alokasi Rp2,7 triliun untuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Kementerian Koperasi.

Sementara di sektor pembiayaan rakyat, subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terserap hingga Rp8,8 triliun untuk menyokong modal 148.981 debitur UMKM di Lampung.

Baca Juga: Bukan Cuma Beri Makan 2,8 Juta Warga, Program MBG di Lampung Sukses Serap 53 Ribu Tenaga Kerja

Melengkapi intervensi tersebut, pemerintah pusat juga menjamin pasokan subsidi energi bagi warga Lampung, mencakup 569.332 kiloliter Biosolar, 485.208 kiloliter Pertalite, serta 166.197 metrik ton LPG, ditambah subsidi perumahan lewat skema FLPP dari Kementerian PKP sebesar Rp445,74 miliar. (ANTARA)

Load More