- Program Makan Bergizi Gratis di Lampung menjangkau 2.882.086 jiwa dan menyerap 53.194 tenaga kerja lokal.
- Pemerintah mengoperasikan 1.199 unit dapur SPPG dengan anggaran Rp15.000 per porsi serta insentif operasional harian.
- Ekosistem program mewajibkan penyerapan bahan baku dari BUMDes, koperasi, dan UMKM untuk menggerakkan ekonomi lokal.
SuaraLampung.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tak sekadar menjadi intervensi gizi nasional, melainkan juga mesin penggerak ekonomi baru di daerah.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung mencatat, program unggulan pemerintah pusat ini telah berhasil menyerap sebanyak 53.194 tenaga kerja lokal sebagai relawan di seluruh pelosok Lampung.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Purwanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jangkauan penerima manfaat MBG di Sai Bumi Ruwa Jurai telah menembus angka fantastis, yakni 2.882.086 jiwa.
"Pelaksanaan program ini terus kami pantau ketat. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), program ini tidak hanya menyehatkan generasi penerus, tetapi juga memberi dampak ekonomi instan melalui penyerapan lebih dari 53 ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Purwanto, Selasa (20/10/2026).
DJPb Lampung merinci sebaran jutaan penerima manfaat program MBG ke dalam beberapa kelompok sasaran:
- 2.024.797 siswa dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
- 654.491 orang dari kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
- 203.711 orang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
- 783 anak kategori putus sekolah (out-of-school children).
Untuk menopang operasional masif ini, pemerintah mengalokasikan anggaran rata-rata Rp15.000 per porsi makanan bergizi, ditambah kucuran insentif operasional dapur sebesar Rp6 juta per hari bagi setiap penyedia dapur SPPG.
Saat ini, telah beroperasi sebanyak 1.199 unit SPPG, termasuk 93 unit di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), menuju target proyeksi akhir sebanyak 1.659 unit dapur gizi di seluruh Lampung.
Purwanto menekankan, ekosistem MBG mengadopsi prinsip ekonomi sirkular. Dapur-dapur SPPG diwajibkan menyerap bahan baku pangan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Merah Putih, serta UMKM lokal.
Skema ini memastikan anggaran triliunan rupiah langsung berputar dan dinikmati petani, peternak, dan pedagang pasar setempat.
Baca Juga: Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku
Meski beroperasi dalam skala raksasa, jaminan higienitas dan keamanan pangan tetap diprioritaskan. Tercatat, sebanyak 798 unit SPPG telah mengantongi sertifikasi Halal, 684 unit memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) (dengan 465 lainnya sedang berproses), serta 140 SPPG telah mengantongi sertifikasi internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Adapun tiga wilayah dengan konsentrasi dapur SPPG dan penerima manfaat tertinggi di Lampung saat ini diduduki oleh:
- Kabupaten Lampung Tengah: 177 SPPG (415.052 penerima manfaat)
- Kabupaten Lampung Timur: 157 SPPG (350.390 penerima manfaat)
- Kabupaten Lampung Selatan: 157 SPPG (350.471 penerima manfaat)
(ANTARA)
Berita Terkait
-
Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku
-
Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta
-
Titik Api Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gempur Karhutla Lewat Operasi Udara dan Pasukan Darat
-
Pakai Uang Istri untuk Selingkuh, Suami di Bandar Lampung Bikin Sandiwara Kena Todong Senpi
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Bukan Cuma Beri Makan 2,8 Juta Warga, Program MBG di Lampung Sukses Serap 53 Ribu Tenaga Kerja
-
Gonta-ganti Pelat Nomor dan Barcode demi Kuras BBM Subsidi, 4 Pelansir Ditangkap Basah di SPBU Metro
-
Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perluas Akses Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM
-
Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta