Wakos Reza Gautama
Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:57 WIB
Kebakaran menghanguskan sebuah gudang mebel di Jalan Raden Imba Kesuma, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sejumlah mebel, mulai dari sofa hingga meja, serta bahan baku kayu dan busa ludes terbakar. [Dok Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Sebuah gudang mebel di Bandar Lampung terbakar pada Selasa subuh akibat dugaan korsleting listrik.
  • Kebakaran hebat tersebut menghanguskan seluruh isi bangunan dan mengakibatkan kerugian material hingga Rp200 juta.
  • Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah dua jam tanpa menimbulkan korban jiwa.

SuaraLampung.id - Warga di Jalan Raden Imba Kesuma, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, mendadak gempar pada Selasa (20/10/2026) subuh. Sebuah gudang mebel ludes dilalap si jago merah saat para pekerjanya masih terlelap tidur.

Meski tidak ada korban jiwa, kobaran api melahap habis stok sofa, meja siap jual, hingga tumpukan bahan baku kayu dan busa. Kerugian material milik pemilik gudang berinisial GT (33) itu ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo, membeberkan bahwa petaka tersebut bermula sekitar pukul 05.00 WIB.

Sejumlah karyawan yang bermalam di mes belakang gudang tiba-tiba tersentak dari tidurnya lantaran mendengar suara mencurigakan dari arah belakang bangunan. Begitu dicek, api rupanya sudah membumbung tinggi melahap dinding dan atap gudang.

"Para saksi langsung berteriak histeris membangunkan rekannya yang lain. Mereka sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi karena material mebel mudah terbakar, api membesar begitu cepat. Mereka akhirnya lari berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dan meminta tolong warga," ujar AKP Martoyo, Selasa (20/10/2026).

Mendapat laporan amukan api di kawasan padat lalu lintas tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung menerjunkan lima unit mobil pemadam ke lokasi.

Petugas langsung memblokade jalur api agar lidah api tidak merembet ke permukiman warga di sekitarnya. Setelah hampir dua jam berjibaku di tengah kepulan asap pekat, si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 06.40 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Mengenai pemicu kebakaran, polisi menduga kuat adanya kegagalan pada instalasi kelistrikan.

"Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik dari bagian belakang gudang yang kemudian menyambar tumpukan busa dan kayu. Namun, penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim di lapangan," tegas Martoyo.

Baca Juga: 24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap

Belajar dari insiden ini, pihak kepolisian mengimbau keras para pelaku usaha, gudang logistik, maupun industri rumahan untuk rutin mengecek kelaikan instalasi listrik secara berkala.

Hal ini sangat krusial, terlebih bagi tempat usaha yang menimbun material mudah terbakar seperti spon, thinner, cat, dan kayu kering.

Load More