Wakos Reza Gautama
Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:35 WIB
Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Metro, Polda Lampung berhasil menangkap empat orang pengendara yang diduga melakukan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Polres Metro menangkap empat pelaku pelangsiran BBM subsidi di SPBU Kota Metro pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Para pelaku menggunakan mobil modifikasi, pelat nomor palsu, dan barcode MyPertamina berbeda untuk mengisi BBM berulang kali.
  • Polisi menyita kendaraan dan peralatan sedot serta kini sedang mengembangkan penyelidikan untuk mencari jaringan penampung BBM tersebut.

SuaraLampung.id - Misteri kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dikeluhkan warga Kota Metro akhirnya terkuak. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Metro menangkap basah empat pengendara mobil yang tengah melancarkan aksi "pelangsiran" BBM subsidi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (20/10/2026).

Penangkapan berlangsung dramatis saat petugas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU yang kerap dilaporkan warga sering kehabisan stok BBM bersubsidi.

Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Rizky Dwi Cahyo, mengungkapkan bahwa keempat pelaku tertangkap tangan saat ikut mengantre layaknya konsumen biasa. Namun, setelah digeledah, terbongkar trik licik mereka dalam mengelabui sistem digital SPBU.

"Para pelaku menggunakan modus manipulasi data dengan cara mengganti-ganti pelat nomor kendaraan palsu dan memakai barcode MyPertamina yang berbeda-beda agar bisa mengisi BBM subsidi secara berulang-ulang," beber AKP Rizky.

Akal bulus para mafia receh penguras hak masyarakat miskin ini kian telanjang setelah polisi memeriksa isi kabin kendaraan mereka.

Dari tangan keempat pelaku, petugas menyita sederet barang bukti operasional pelangsir, antara lain 4 unit mobil yang dimodifikasi atau digunakan mengantre bergantian, 6 lembar pelat nomor kendaraan berbeda yang digunakan secara bergantian, beberapa lembar print barcode pengisian BBM subsidi, peralatan penyedot, meliputi satu jeriken minyak, corong, dan selang pipa.

Keempat pelaku beserta seluruh armada mobil dan peralatannya langsung digelandang ke Mapolres Metro untuk menjalani pemeriksaan maraton.

Polisi kini bergerak lebih dalam untuk menelusuri ke mana BBM subsidi hasil sedotan tersebut dijual kembali, serta menelisik dugaan adanya keterlibatan "orang dalam" SPBU.

"Kami masih mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual atau jaringan penampung di balik aksi pelangsiran ini. Penyelidikan terus kami kembangkan untuk mengusut tuntas praktik curang yang meresahkan dan merugikan hak masyarakat luas ini," tegas Rizky. (ANTARA)

Baca Juga: Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Load More