Wakos Reza Gautama
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Metro Abdulhak meminta pemerintah membuka semua dokumen terkait Pasar Shopping Metro dalam rangka transparansi publik dalam proses revitalisasi Pasar Shopping. [ISTIMEWA]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Kota Metro Abdulhak mendesak pemerintah membuka dokumen legalitas Pasar Shopping pada Jumat (16/10/2026).
  • Abdulhak mengingatkan Pemkot Metro agar menunggu hasil kajian ilmiah objektif terkait kondisi fisik bangunan pasar sebelum revitalisasi.
  • DPRD meminta pemerintah mengutamakan pendekatan dialogis agar rencana pemugaran tidak mengorbankan mata pencaharian para pedagang lokal.

SuaraLampung.id - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Metro merevitalisasi Pasar Shopping menuai sorotan tajam dari parlemen. Wakil Ketua DPRD Kota Metro, Abdulhak, mendesak pemerintah tidak bermain di ruang gelap dan segera membuka seluruh dokumen legalitas pasar ke hadapan publik sebelum proyek pemugaran dieksekusi.

Langkah transparansi ini dinilai krusial untuk mengurai benang kusut sengketa masa lalu yang kerap membayangi kawasan perdagangan legendaris tersebut.

Politisi senior yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Metro itu menegaskan, pihaknya pada prinsipnya mendukung penataan kota. Namun, ia memberi catatan bahwa revitalisasi tidak boleh menyisakan bara konflik hukum dan sosial.

“Kita minta semua dokumen dibuka secara transparan, mulai dari Hak Guna Bangunan (HGB), putusan pengadilan, hingga adendum-adendum perjanjian. Semua harus terang benderang agar duduk perkaranya jelas, sehingga kita bisa merumuskan solusi yang adil bagi para pelaku usaha di sana,” tegas Abdulhak, Jumat (16/10/2026).

Tak hanya soal alas hak, Abdulhak juga mengkritisi narasi Pemkot yang kerap mendengungkan isu kerentanan dan keselamatan bangunan fisik pasar yang sudah uzur. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mendahului hasil kajian ilmiah demi memuluskan rencana revitalisasi.

“Jangan kita menduga-duga apalagi berasumsi. Semuanya ada dasar ilmunya. Kajian kelayakan kabarnya sedang berjalan, maka tunggulah sampai rampung agar kita tahu persis faktanya secara objektif,” cetusnya.

Di akhir pernyataannya, Abdulhak melayangkan warning keras kepada Pemkot Metro agar mengedepankan pendekatan dialogis dan komunikasi dua arah dengan para pedagang pasar.

Bagi dia, secantik apa pun rencana pembangunan, martabat dan mata pencaharian warga lokal harus tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau pemerintah jujur dan transparan menjelaskan rencana serta solusi yang ditawarkan, pedagang pasti paham. Prinsip dasarnya satu yaitu jangan sampai niat pembangunan yang baik justru mengorbankan warganya sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga: Sentil Revitalisasi Pasar Shopping, Legislator Metro: Bukan Zamannya Pamer Kekuasaan ke Rakyat

Load More